Indonesia - Malaysia Buka Peluang Kerjasama Pengajaran Islam Moderat

Indonesia - Malaysia Buka Peluang Kerjasama Pengajaran Islam Moderat

Jumat, 11 Januari 2019 | 21:55 WIB - Oleh: Daulat Fajar Yanuar
Mendikbud Muhadjir Effendy bersama Menteri Pendidikan Malaysia, Maszlee Mali. INILAH/Daulat Fajar
INILAH, Jakarta - Kerjasama di bidang pendidikan untuk mempopulerkan Islam moderat merupakan bagian penting bagi dua negara satu rumpun yakni Indonesia dan Malaysia. 

Menteri Pendidikan Malaysia, Maszlee Malik, dalam kunjungannya ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menilai kedua negara perlu bersinergi mengembalikan Islam yang berlandaskan nilai, dan bukan hanya Islam yang menghukum semata-mata.

"Islam yang mengembalikan kemanusiaan, manusiawi itu sendiri. Islam yang moderat," kata Maszlee di Jakarta, Jumat (11/01).

Dia melanjutkan, kerja sama tersebut dapat terwujud dalam bentuk pertemuan atau penerbitan buku yang membahas toleransi. Menurutnya ini perlu dilakukan supaya Islam lebih mengajarkan aspek nilai kemanusiaan.

"Dan mempromosikan cinta, menjadikan cinta sebagai wacana utama yang mengeratkan di antara warga (masyarakat)," katanya.

Mendikbud Muhadjir Effendy menanggapi usulan Maszlee dan membuka peluang pendidikan Islam diwarnai dengan penambahan pelajaran Islam moderat.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu melanjutkan, Indonesia dan Malaysia juga direncanakan akan semakin mempererat hubungan lewat program pertukaran, baik untuk guru maupun siswa.

"Hal ini guna membina pendidikan dengan nilai-nilai progresif antar kedua negara," kata Muhadjir.

Daulat Fajar Yanuar / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 09:20 WIB

    Waspada! Gelombang Laut Tinggi

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 09:10 WIB

    Tiket Mahal, 433 Penerbangan di Bandara Pekan Baru Batal

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 07:43 WIB

    Luhut Bantah 'Siap Cium Kaki Prabowo'

  • Senin, 21 Januari 2019 | 23:59 WIB

    Bandara di Cianjur Selatan, Mungkinkah?