Diperiksa Bawaslu, Bima Arya Dicecar 15 Pertanyaan

Diperiksa Bawaslu, Bima Arya Dicecar 15 Pertanyaan

Jumat, 11 Januari 2019 | 18:52 WIB - Oleh: Rizki Mauludi
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memenuhi pemanggilan Bawaslu, Jumat (11/1). Inilah/Rizki
INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memenuhi pemanggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jumat (11/1) sore WIB.

Bima datang ke Bawaslu untuk mengaklarifikasi aksinya mengacungkan satu jari saat menyambut Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 1 K.H. Ma'ruf Amin beberapa waktu lalu.

Pemanggilan orang nomor satu di Kota Bogor itu masih dalam tahap pengumpulan data dari temuan Bawaslu di salah satu media massa.

Bima Arya mengatakan, hari ini dirinya menghadiri undangan Bawaslu perihal aksinya mengacungkan jari saat kunjungan
Cawapres nomor satu.  Padahal saat itu dirinya hanya memenuhi undangan dari pesantren Al Ghozali. 

"Saya saat itu memenuhi undangan ustad Turmudi Hudri dari pesantren Al Ghozali. Saat mengacungkan jari itu hanya simbolisasi angka satu tidak ada unsur kampanye," ungkapnya usai pemeriksaan. 

Bima melanjutkan, saat diperiksa dirinya ditanya 15 pertanyaan, dan disitu ditegaskan dirinya memenuhi undangan via What App dan surat langsung dari ustad Turmudi. 

"Saya diminta untuk hadir, saat hadir saya datang bertepatan dengan konferensi pers bapak KH. Maruf. Kemudian teman-teman wartawan mengajukan pertanyaan kepada saya. Langsung secara insting maksudnya satu itu adalah penekanan dan dilanjutkan pemaparan," tambahnya.

Bima menjelaskan, dirinya kalau saat pemaparan sangat ekpresif sehingga kalau mengatakan satu maka ditekankan dengan mengacungkan jari satu begitupula dengan lima, akan mengangkan lima jari. 

"Saya juga menyampaikan keada rekan Bawaslu, saat itu hati libur dan saya diundang. Karena Islam mengajarkan kalau diundang harus menyempatkan hadir, kalau tidak ada halangan. Saat itu kedatangan saya hanya satu memuliakan tamu," jelasnya. 

Bima menegaskan, bahwa dirinya tidak ikut kampanye dikarenakan ingin fokus kerja dan menjaga kebersamaan di Kota Bogor.  

"Saya mempunyai bukti surat undangan dan yang asli akan disusulkan. Hari ini saya bawa copyannya," terangnya. 

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Bogor Yustinus Elyas Mau menuturkan, Bima Arya datang karena pribadinya dan datang atas nama pribadi di hari libur. Ada 15 pertanyaan yang sudah dijawab. 

"Ini informasi awal kalau tidak terpenuhi ini akan di close.  Beliau sangat luar biasa, datang memenuhi panggilan kami. Dan saat datang ke acara di Al Ghozali dirinya membawa nama pribadi," tuturnya. 

Yustinus menjelaskan, pihaknya sudah meminta keterangan dari berbagai pihak yang terlibat dan hadir dalam acara kunjungan Cawapres nomor urut 1 KH. Ma'ruf Amin. 

Diantaranya yang sudah dipanggil adalah tim pemenangan daerh Capres nomor urut 1, penyelenggara acara dan lainnya.

"Kasus ditangani oleh Ahmad Fathoni ketua tim pengawasan. Setelah pengumpulan data satu dua hari akan selesai, nanti diputuskan ini memenuhi unsur atau tidak. Kalau tidak memnuhi unsur ya tadi dihentikan," pungkasnya. 

Rizki Mauludi / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 10:45 WIB

    Hmmm… Di Bogor Ada Praktek “Esek-esek” di Kos-kosan

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 10:25 WIB

    Ijazah Ditahan Sekolah, Ini Kata Kadisdik

  • Senin, 21 Januari 2019 | 21:15 WIB

    Bogor Kekurangan 2.400 Tenaga Kesehatan

  • Senin, 21 Januari 2019 | 21:00 WIB

    Bima Arya Panggil Calon Direksi PPJ

  • Senin, 21 Januari 2019 | 20:45 WIB

    Ganti Rugi R3, Tinggal Musyawarah

  • Senin, 21 Januari 2019 | 15:00 WIB

    Alun-alun Jonggol Dindandani, Begini Penampakannya

  • Senin, 21 Januari 2019 | 14:30 WIB

    Hore... Alun-alun Jonggol akan Didandani