Ihwan Agus Salim, Sudah Divonis Korupsi, Ditinggal Gita KDI Pula

Ihwan Agus Salim, Sudah Divonis Korupsi, Ditinggal Gita KDI Pula

Jumat, 11 Januari 2019 | 15:14 WIB - Oleh: Inilah koran
INILAH, Bandung – Sudah jatuh tertimpa tangga pula, begitulah nasib Ihwan Agus Salim. Sudah menjalani hidup di Lapas Sukamiskin, politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini pun digugat cerai istrinya, Gitalis Dwinatrina alias Gita KDI.

Ihwan saat ini sedang menjalankan vonis hukuman atas kasus korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018. Pengusaha ini dijatuhi vonis 4 tahun 6 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor, setahun yang lalu.

Ihwan dijatuhi vonis dalam posisinya sebagai Direktur PT Hias Prima Indonesia yang menjadi vendor sosialisasi Asian Games di Surabaya, Jawa Timur. Selain hukuman 4 tahun 6 bulan, majelis saat itu juga menjatuhkan denda Rp300 juta dan diminta mengembalikan uang negara senilai Rp1,7 miliar subsider 1 tahun penjara.

Ihwan bukan satu-satunya terpidana dalam kasus ini. Dua petinggi KONI Pusat juga diganjar hukuman penjara. Sekjen KONI Pusat saat itu, Dody Iswandi dihukum 4 tahun penjara dengan denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan.

Lalu, bendahara KONI, Anjas Rivai, juga dijatuhi vonis 4 tahun penjara dengan denda Rp300 juta, subsider tiga bulan kurungan. Anjas dinyatakan terbukti melakukan korupsi senilai Rp10,9 miliar.

Mereka oleh jaksa didakwa melakukan tindak pidana korupsi terkait dengan pekerjaan Carnaval Road to Asian Games XVIII tahun 2018 di enam kota yaitu, Surabaya, Serang, Balikpapan, Palembang, Medan dan Makassar pada tahun 2015 dengan total anggaran Rp27 miliar yang  berasal dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Kini, Ihwan harus menghadapi kemungkinan kenyataan pahit lainnya. Sidang gugatan cerai istrinya, Gita KDI, sudah memasuki sidang kedua. Kuasa Hukum Gita yakni Ajang Nurjaman menuturkan kliennya sudah satu kali menjalani sidang kasus gugatan cerai atas tergugat Ihwan Agus Salim.

“Klien saya hadir di ruang sidang. Tapi pihak tergugatnya, meskipun sebenarnya hadir juga di gedung pengadilan, tapi dia tak mau masuk ruang sidang karena belum siap. Masih drop," kata dia.

Menurut dia, karena tergugat tidak masuk ruang sidang maka Majelis Hakim menganggapnya tidak hadir. "Kemudian, kalau sidang kedua nanti tergugat kembali tidak masuk ruang sidang maka Majelis Hakim akan memutus putusan verstek/tergugat tidak hadir," kata Ajang Nurjaman kepada wartawan, Kamis (10/1/2019). (*)

Inilah koran / ing

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 00:30 WIB

    Demokrat Cirebon Tegaskan Konsisten Dukung Prabowo-Sandi

  • Senin, 21 Januari 2019 | 13:49 WIB

    Yuki Pas Band Kecelakaan Saat Hendak Berdakwah

  • Minggu, 20 Januari 2019 | 22:30 WIB

    Cirebon Targetkan 2 Juta Wisatawan