Korban Human Trafficking Turun, Koordinasi Tetap Harus Ditingkatkan

Korban Human Trafficking Turun, Koordinasi Tetap Harus Ditingkatkan

Kamis, 10 Januari 2019 | 14:36 WIB - Oleh: Rianto Nurdiansyah
. Rianto Nurdiansyah
INILAH, Bandung-Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat mencatat ada penurunan angka kasus human trafficking di Jawa Barat pada tahun 2018 lalu.

Berdasarkan data perkembangan yang terlayani di Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TPA) Jabar, tercatat berkurang lebih dari 50 persen disandingkan tahun 2017.

Kepala DP3AKB Poppy Sophia Bakur mengatakan, sebanyak 57 kasus human trafficking terjadi di Jawa Barat pada 2017 lalu.

"Pada 2018 yang terlayani ada 23 kasus. Hampir setengahnya ada penurunan," ujar Poppy pada acara Jabar Punya Informasi (Japri) dengan teman Human Trafficking di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (10/1/2019).

Menurut Poppy, ada beberapa tantangan ketika melakukan evakuasi atau penjemputan para korban human trafficking tersebut. Menurut dia, kerap kali pihaknya dibantu kepolisian harus mengendap-ngendap ke lokasi para korban berada yang memang terisolir.

"Pada saat pengalaman bawa korban di ujung pulau Bali di Buleleng, di kendaraan kita sport jantung meski dengan tim dari Polda, khawatir kerna ada mafia yang tidak rela korban dibawa," paparnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jabar Atalia Praratya berharap setiap pihak bisa lebih bersinergi untuk menumpas kasus human trafficking ini.  Dia sampaikan, sejauh ini data dari kasus dari kabupaten kota pun belum senada dengan yang tercatat di provinsi.

"Jadi sebenarnya begini, selama ini kalau yang selama ini saya pantau ini data dari provinsi ini tidak terlalu me-link dengan apa yang terjadi di kota dan kabupaten," ujar Atalia.

Istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil ini mengaku, sejauh ini memang belum terjadi kolaborasi yang utuh dari setiap stakeholder maupun organisasi perlindungan anak dan perempuan. Sehingga ketika terjadi kasus, para korban merasa bingung harus melaporkan kepada siapa.

 "Insya allah dalam waktu dekat kita akan duduk bersama-sama termasuk dengan para dewan pakar yang mereka peduli dengan perlindungan anak," katanya.

Dia optimis angka kasus human trafficking ini bisa terus ditekan, sehingga tak lagi ada warga Jabar yang menjadi korban. "Mudah mudahan nanti kita akan buat terstruktur dan tersistem lagi dengan baik," imbuh dia.

Menurut dia, data korban yang dimiliki kota kabupaten di Jabar masih data sendiri-sendiri. Begitu pula dalam penanganan kasusnya.

"Kemudian juga LPA (Lembaga Perlindungan Anak) punya kasus dan penanganan sendiri. Itu tidak kemudian terkolaborasikan dengan baik penanganannya dengan provinsi," ungkapnya.

Atalia menilai, usia remaja sangat rawan menjadi korban human trafficking ini, mengingat perkembangan teknologi yang semakin mudah diakses melalui ponsel dan gawai lainnya. Terlebih, Pemprov Jabar pun mencanangkan program, seperti Desa Digital yang dikhawatirkan bisa mendorong terjadinya kasus.

Meski begitu, Atalia sampaikan, saat ini pihaknya pun memiliki program untuk membentengi anak dan remaja dari potensi menjadi korban. Salah satunya lewat  Setangkai atau Sekolah Tanpa Kendali Gawai. Jadi di sekolah pun akan memberikan pemahaman kepada anak-anak dengan mengumpulkan gawai-gawai pada saat masuk tempat belajar.

"Saya khawatir dengan nanti masuknya online atau gawai gawai yang masuk di pedesaan itu akan mendorong, tapi saya kira selama ketahanan keluarga itu muncul, bahwa setiap anak diberikan bekal yang baik mereka akan ada filter sendiri supaya pada akhirnya mereka akan memilah," paparnya.

Namun, lanjut dia, bagaimanapun seorang guru bahkan orang tua tidak dapat selama 24 jam memantau anak-anaknya. "Meskipun kita berusaha bagaimana mereka dibatasi untuk memegang gawai, tapi kan tidak bisa 24 jam dalam pantauan orang tuanya maupun gurunya," pungkas Atalia.

Rianto Nurdiansyah / jek

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 21 Januari 2019 | 19:33 WIB

    Dinsos Jabar Kembangkan Sistem Manajemen PMKS

  • Minggu, 20 Januari 2019 | 21:15 WIB

    Ridwan Kamil Akan Buat Cafe "West" di Luar Negeri

  • Minggu, 20 Januari 2019 | 21:00 WIB

    Program Desa Digital, Jalan Jadikan BUMDes Bintang Lima

  • Sabtu, 19 Januari 2019 | 19:00 WIB

    Ridwan Kamil Lapor ke Jokowi Ingin Benahi Situ Bagendit

  • Sabtu, 19 Januari 2019 | 15:45 WIB

    Alhamdulillah, Tukang Cukur Kini Punya Perumahan Khusus

  • Jumat, 18 Januari 2019 | 23:00 WIB

    Pembahasan RPJMD Jabar 2018-2023 Terancam Molor