Rancunya Data Pemilih di Garut

Rancunya Data Pemilih di Garut

Kamis, 10 Januari 2019 | 14:20 WIB - Oleh: Nul Zainulmukhtar
. Istimewa
INILAH, Garut – Keakuratan data kependudukan di Kabupaten Garut dipertanyakan sejumlah kalangan. Menyusul adanya kerancuan jumlah pemilih pada Pemilu 2019, berdasarkan total populasi penduduk Garut.

Berdasarkan hasil Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Pembaruan (DPTHP)-2 pada 10 Desember 2018, KPU Garut menetapkan total pemilih pada Pemilu 2019 di Garut mencapai 1.895.779 jiwa. Terdiri 963.911 pemilih laki-laki dan  931.868 pemilih perempuan yang tersebar di 8.058 tempat pemungutan suara (TPS) di 442 desa/kelurahan serta 42 kecamatan.

Sementara berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut, total populasi penduduk Garut menunjukkan angka 2.210.017 jiwa. Dari jumlah tersebut, 1.895.779 jiwa merupakan penduduk yang memunyai hak pilih, sisanya 314.238 jiwa tak memiliki hak pilih.

Hampir dipastikan, mereka yang tak memiliki hal pilih penduduk berusia 0-16 tahun. Mulai balita, anak-anak PAUD/TK, pelajar SD/MI, SMP/MTs, hingga kelas 2 SMA/SMK/MA/sederajat.

"Ini tak masuk akal. Coba saja jumlahkan anak PAUD, TK, SD, SMP, SMA, se-Garut dengan balita yang ada. Masak hanya 300 orang? Yang lainnya kemana? Hilang? Jumlah peserta didik untuk SD saja, belum termasuk MI. Yang saya catat di Garut mencapai 277.605 anak, belum yang lain," kata Ketua DPD Laskar Indonesia Kabupaten Garut Dudi Supriadi kepada wartawan, Rabu (9/1/2019).

Dudi mengkhawatirkan masih ada orang meninggal dunia atau yang ber-KTP ganda masih tercatat dalam DPT belum terverifikasi. Atau pencatatan data kependudukan di dinas terkait masih amburadul.

Kepala Bidang SMP Disdik Garut Totong menyebutkan, jumlah peserta didik untuk tingkat SD berdasarkan Dapodik saat ini mencapai 283.130 siswa dan tingkat SMP 105.846 siswa.

Berdasarkan data dari Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Garut, total populasi penduduk Garut sebanyak 2.210.017 jiwa yang menjadi sorotan itu mengacu pada data konsolidasi bersih bersumberkan Kemendagri.

Sementara itu, Ketua KPU Garut Hilwan Fanaqi mengingatkan, masyarakat harus proaktif mengecek keberadaan masing-masing yang punya hak pilih dalam DPT. Pengecekan bisa dilakukan melalui aplikasi KPU (KPU RI Pemilu 2019) dengan menuliskan NIK dan nama depan.

"Jika belum tercantum, segera melapor ke PPS maupun PPK,” katanya.

Untuk Pemilu Legislatif 2019, alokasi kursi di DPRD Kabupaten Garut mencapai 50 kursi yang terdiri atas lima daerah pemilihan (dapil). Dapil Garut 1 beralokasi 11 kursi, Garut 2 (12 kursi), Garut 3 (9 kursi), Dapil 4 (10 kursi), serta Dapil Garut 5 beralokasi 8 kursi.

Jumlah kotak suara berbahan baku dupleks untuk Pemilu 2019 di Kabupaten Garut mencapai sekitar 40.426 unit, belum termasuk jumlah kotak suara di TPS Rumah Sakit.

"Sebanyak 40.426 kotak suara ini, tersebar pada 8.056 TPS, 42 PPK, 3 TPS Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), dan satu TPS di Rumah Tahanan (Rutan)," ujarnya.

Nul Zainulmukhtar / dey

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Rabu, 23 Januari 2019 | 21:45 WIB

    Ada Semburan Gas di Sumur Aktif Pertamina

  • Rabu, 23 Januari 2019 | 15:00 WIB

    Target Capaian Pajak Daerah Purwakarta Naik 20 Persen

  • Rabu, 23 Januari 2019 | 14:35 WIB

    Minibus Hantam Pejalan Kaki, Satu Orang Pelajar Tewas

  • Rabu, 23 Januari 2019 | 12:55 WIB

    Kasus DBD di Purwakarta Mulai Meningkat