HP2B Optimistis Perekonomian 2019 Membaik

HP2B Optimistis Perekonomian 2019 Membaik

Senin, 7 Januari 2019 | 20:30 WIB - Oleh: Doni Ramdhani
KetuaHimpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B) Iwan Suhermawan (kiri). INILAH/Doni Ramdhani
NILAH, Bandung - Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B) meyakini pada 2019 ini perekonomian domestik akan membaik. 

Ketua HP2B Iwan Suhermawan mengaku, optimisme itu relatif tidak akan terganggu dengan tahun politik.

"Sebagai pedagang, kita tetap optimis. Apalagi, pertumbuhan ekonomi di Jabar pada 2018 kemarin berada di atas pertumbuhan rata-rata nasional," kata Iwan saat pelepasan truk bantuan kemanusiaan korban bencana alam di depan Pasar Baru Kota Bandung, Senin (7/1/2019).

Menurutnya, dengan kreativitas 5.200 anggota HP2B pihaknya meyakini Pasar Baru bisa menjadi trendsetter untuk pertumbuhan ekonomi nasional. 

Terlebih, Pasar Baru kini tak hanya merupakan pasar regional. Namun, keberadaannya menjelma sebagai pasar internasional. Ini diakuinya sebagai dampak dari kreativitas anggota HP2B yang selalu inovatif.

Iwan menyebutkan, meski 2019 merupakan tahun politik namun masyarakat relatif kuat dan tidak rentan. Dia mengaku, masyarakat khususnya warga Bandung relatif terlatih dengan kondisi sulit yang dihadapi. Pasar Baru diakuinya terus berkembang menjadi pasar terbesar di Jabar. Apalagi, pertumbuhan ekonomi mikro saat ini menunjukkan tren positif.

Seperti diketahui, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar merilis secara keseluruhan laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jabar pada 2018 ini diperkirakan sebesar 5,5-5,9% (yoy). Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya dan masih berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala KPwBI Jabar Doni P Joewono mengatakan, secara nasional pertumbuhan ekonomi 2018 diperkirakan mencapai sekitar 5,1%. Ini ditopang kuatnya permintaan domestik. Pertumbuhan ekonomi Jabar 2018 pada kisaran 5,5-5,9% itu ditopang terutama peningkatan investasi, konsumsi, dan ekspor antardaerah serta berlangsungnya sejumlah event seperti Pilkada dan Asian Games.

"Berdasarkan hal itu, nanti pertumbuhan ekonomi Jabar 2019 mendatang akan dipredikisi melandai sebesar 5,3-5,7%. Tapi, tetap di atas rata-rata pertumbuhan nasional yang diperkirakan berkisar 5-5,4%," kata Doni, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, tidak melonjaknya LPE itu dikarenakan sejumlah faktor utama. Di antaranya, di negara-negara tujuan ekspor Jabar indeksnya menurun. 

Sejauh ini, pertumbuhan itu ditopang ekspor produk elektronik, tekstil dan produk tekstil (TPT), serta otomotif. Di negara tujuan ekspor itu, indeks World Trade Volumen (WTV) menurun dari 4,2% menjadi 4%. Begitu pula dengan indeks World Economic Outlook (WEO) yang juga menurun.

Dengan turunnya WTE dan WEO itu, Doni memastikan nilai ekspor Jabar pun ikut menurun. Meski demikian, dia menjelaskan ekonomi Jabar tetap tumbuh yang ditopang industri pengolahan. Selain itu, pendorong lainnya yakni konstruksi di daerah penyangga ibu kota ini relatif besar. Plus, perdagangan Jabar yang relatif bagus.

Sebelumnya, dia optimistis sepanjang 2018 ini pertumbuhan ekonomi Jabar akan di atas rata-rata nasional. Pertumbuhan ekonomi Jabar hingga triwulan III 2018 ini tercatat sebesar 5,58%. Optimisme tersebut berdasarkan catatan historis yang ada. 

Meski pertumbuhan ekonomi Jabar pada triwulan III itu tercatat melambat dibandingkan triwulan II 2018 sebesar 5,65% (yoy), namun realisasi tersebut masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata LPE Jabar pada kurun waktu 2014-2017. Dalam rentang tiga tahun lalu, LPE tercatat sebesar 5,32% (yoy). 

Dia menjelaskan, sejumlah faktor perlambatan terhadap pertumbuhan itu akan tertahap pada triwulan IV 2018 ini. Perlambatan tertahan dengan meningkatnya konsumsi pemerintah seiring dengan persiapan Pemilihan Umum 2019 dan peningkatan ekspor khususnya ke Amerika Serikat. 

Di bagian lain, HP2B dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jabar melakukan aksi nyata. Kepada para korban bencana tsunami Banten dan longsor Sukabumi mereka mengirimkan bantuan kemanusiaan. Iwan menyebutkan, selain bantuan logistik pihaknya pun mengumpulkan uang sebanyak Rp15.936.000.

"Kita juga mengirimkan pakaian baru untuk anak-anak, dewasa, lelaki, dan perempuan. Pengumpulan bantuan kemanusiaan ini pun akan diteruskan seminggu ke depan," jelasnya.

Kepala Cabang ACT Jabar Renno I Mahmoeddin mengatakan, bantuan logistik itu dikirimkan dengan tiga unit truk dan satu unit mobil minivan. Bantuan tersbeut akan dikirim ke korban bencana tsunami Banten dan longsor di Sukabumi. Donasi tersebut dikumpulkan selama satu pekan terakhir. 

Doni Ramdhani / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 21 Januari 2019 | 22:30 WIB

    DP 0%, Perusahaan Pembiayaan Wait and See

  • Senin, 21 Januari 2019 | 22:00 WIB

    OJK Optimistis IJK Jabar Tumbuh Positif

  • Senin, 21 Januari 2019 | 21:30 WIB

    Apindo Dukung Pemerataan Industri di Jabar

  • Minggu, 20 Januari 2019 | 17:15 WIB

    600 Warga Bandung Belanja Rp50 Ribu Dapat Bakso Gratis

  • Minggu, 20 Januari 2019 | 16:00 WIB

    Tarif Pengiriman JNE Naik 20%

  • Minggu, 20 Januari 2019 | 06:00 WIB

    Asosiasi Pertambangan Indonesia Gelar Edukasi Publik

  • Sabtu, 19 Januari 2019 | 21:00 WIB

    Inilah 15 Mobil Terlaris Sepanjang 2018

  • Sabtu, 19 Januari 2019 | 00:00 WIB

    Perubahan Pola Belanja Picu Penutupan Toko Ritel