2018, Inflasi Jabar Tercatat 3,54%

2018, Inflasi Jabar Tercatat 3,54%

Minggu, 6 Januari 2019 | 20:25 WIB - Oleh: Doni Ramdhani
BPS Jabar mencatat laju inflasi di provinsi ini mencapai 3,54%. ANTARAFOTO
INILAH, Bandung - Sepanjang 2018 kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar mencatat laju inflasi di provinsi ini mencapai 3,54%. 

Kepala BPS Jabar Dody Herlando mengatakan, capaian itu lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

"Inflasi pada Januari-Desember 2018 kemarin, angkanya mencapai 3,54%. Dimana, khusus inflasi Desember tercatat sebesar 0,55%. Inflasi 2018 itu lebih rendah dari inflasi 2017 yang mencapai 3,63%," kata Dody, belum lama ini. 

Menurutnya, inflasi Desember itu disumbang tujuh kota pantauan yang seluruhnya mengalami inflasi. Yakni, Kota Bogor sebesar 0,78%, Kota Sukabumi (0,52%), Kota Bandung (0,71%), Kota Cirebon (0,58%), Kota Bekasi (0,59%), Kota Depok (0,22%), dan Kota Tasikmalaya (0,25%). 
Indeks harga konsumen (IHK) pada Desember itu sebesar 133,44 dari 132,71 pada November. Artinya, Desember 2018 itu terjadi inflasi sebesar 0,55%.

Dari tujuh kelompok pengeluaran, seluruhnya mengalami inflasi. Mulai dari Kelompok Bahan Makanan sebesar 1,31%, Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau (0,31%), Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar (0,26%), Kelompok Sandang (0,19%),
Kelompok Kesehatan (0,42%), Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga (0,28%), hingga Kelompok Transpor, Komunikasi & Keuangan (0,55%).

Di bagian lain, Dody menuturkan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Jabar pada November mencapai 60,30%. Angka ini naik 3,67 poin dibandingkan TPK Oktober 2018 sebesar 56,63%. Kabar bagusnya, baik TPK hotel bintang maupun nonbintang mengalami peningkatan.
TPK hotel bintang naik 3,92 poin. Tertinggi, tercatat pada hotel bintang 4 sebesar 69,45%. Sedangkan, TPK terendah terjadi pada hotel bintang 1 sebesar 39,30%. Untuk TPK hotel nonbintang naik 0,62 poin. 

"Sejauh ini, rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang tercatat selama 1,69 hari dan di hotel nonbintang selama 1,14 hari. Tamu asing menginap di hotel bintang rata-rata selama 3,46 hari dan di hotel nonbintang selama 2,41 hari. Sedangkan, tamu asal Indonesia menginap rata-rata selama 1,61 hari di hotel bintang dan 1,13 hari di hotel nonbintang," ucapnya.

Khusus mengenai total wisatawan mancanegara yang berkunjung terhitung sebanyak 14.273 orang. Ini terhitung naik sebesar 2,55% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya mencapai 13.918 orang. Selain berasal dari Singapura, wisman yang berkunjung ke Tanah Air itu berasal dari Tiongkok dan India juga mengalami peningkatan. 

Wisman terbanyak yang datang ke Jabar itu berkebangsaan Malaysia dan Singapura. Dari total turis yang datang itu, pelancong asal Malaysia menyumbang sebesar 71,21%. Disusul turis asal Singapura yang tercatat sebanyak 20,76%.

"Kedatangan tamu mancanegara yang kita hitung itu mereka yang masuk melalui Bandara Husein Sastranegara dan Pelabuhan Muarajati Cirebon. Kedua puntu masuk itu tercatat mengalami peningkatan 2,45% dan 23,53%," sebutnya. 

Doni Ramdhani / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Rabu, 23 Januari 2019 | 22:30 WIB

    Strategi BJB Hadapi Tantangan 2019

  • Rabu, 23 Januari 2019 | 22:00 WIB

    2019, FIF Bidik Pembiayaan Rp40 Triliun

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 21:45 WIB

    OJK Dukung Jabar Gunakan Obligasi Daerah

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 21:30 WIB

    Sinergi BUMN Bidik Pasar Mancanegara

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 21:00 WIB

    Garudafood Sehati Ajak Ibu-ibu Berwirausaha

  • Senin, 21 Januari 2019 | 22:30 WIB

    DP 0%, Perusahaan Pembiayaan Wait and See

  • Senin, 21 Januari 2019 | 22:00 WIB

    OJK Optimistis IJK Jabar Tumbuh Positif