BI Jabar Tukarkan Rp15 Miliar Uang TE 98/99

BI Jabar Tukarkan Rp15 Miliar Uang TE 98/99

Sabtu, 29 Desember 2018 | 17:25 WIB - Oleh: Doni Ramdhani
. Net

INILAH, Bandung - Hingga 30 Desember 2018 ini, Bank Indonesia (BI) akan mencabut dan menarik uang kertas rupiah tahun emisi (TE) 1998 dan 1999. Untuk itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar membuka loket penukaran uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran.

 

Kepala Grup Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah KPwBI Jabar Sukarelawati Permana mengatakan, penarikan peredaran rupiah itu berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 10/33/PBI/2008 tanggal 25 November 2008.

 

Menurutnya, pecahan uang kertas rupiah yang ditarik yakni Rp10 ribu TE 1998 dengan gambar muka Tjut Nyak Dhien, Rp20 ribu TE 1998 dengan gambar muka Ki Hadjar Dewantara, Rp50 ribu TE 1999 dengan gambar muka WR Soepratman, dan Rp100 ribu TE 1999 dengan gambar muka proklamator Soekarno-Hatta.

 

"Berdasarkan hal tersebut, KPwBI Jabar membuka loket penukaran. Tempat penukaran uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran itu buka setiap Senin-Jumat pukul 08.00-12.00 WIB. Tak hanya uang lama, di loket itu pun bisa dilakukan penukaran uang lusuh dan rusak," kata Sukarelawati, Jumat (28/12/2018).

 

Dia menyebutkan, hingga Kamis (27/12/2018) kemarin KPwBI Jabar menukarkan uang sekitar Rp15 miliar. Tepatnya, di loket penukaran BI dan layanan kas keliling itu ditukarkan total uang senilai Rp14.960.570.000. Catatan itu berdasarkan data jumlah penukaran sejak 2013 hingga 27 Desember 2018.

 

Lebih rinci, uang yang ditukarkan itu yakni pecahan Rp100 ribu (TE 1999) senilai Rp8.733.700.000, pecahan Rp50 ribu (TE 1999) senilai Rp4.251.120.000, pecahan Rp20 ribu (TE 1998) senilai Rp1.209.940.000, dan pecahan Rp10 ribu (TE 1998) senilai Rp756.810.000.

 

"Berdasarkan PBI No. 10/33/PBI/2008 itu, disebutkan batas terakhir penukaran uang rupiah yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran tersebut yaitu 30 Desember 2018. Keesokan harinya, sejak 31 Desember 2018 pecahan itu dinyatakan tidak berlaku lagi sebagai alat pembayaran yang sah," tuturnya.

 

Guna memberikan kesempatan terakhir bagi masyarakat yang akan menukarkan pecahan uang yang akan ditarik itu, Sukarelawati menegaskan pihaknya masih membuka loket layanan khusus. 

 

"Batas terakhir, loket layanan khusus penukaran itu buka pada Sabtu-Minggu (29-30/12/2018) besok. Loket dibuka pukul 08.00-12.00 WIB," imbuhnya.

Doni Ramdhani / dey

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Rabu, 23 Januari 2019 | 22:30 WIB

    Strategi BJB Hadapi Tantangan 2019

  • Rabu, 23 Januari 2019 | 22:00 WIB

    2019, FIF Bidik Pembiayaan Rp40 Triliun

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 21:45 WIB

    OJK Dukung Jabar Gunakan Obligasi Daerah

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 21:30 WIB

    Sinergi BUMN Bidik Pasar Mancanegara

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 21:00 WIB

    Garudafood Sehati Ajak Ibu-ibu Berwirausaha

  • Senin, 21 Januari 2019 | 22:30 WIB

    DP 0%, Perusahaan Pembiayaan Wait and See

  • Senin, 21 Januari 2019 | 22:00 WIB

    OJK Optimistis IJK Jabar Tumbuh Positif