Potensi Bencana Wilayah Cirebon Meningkat

Potensi Bencana Wilayah Cirebon Meningkat

Rabu, 12 Desember 2018 | 16:40 WIB - Oleh: Erika Lia
INILAH, Cirebon - Intensitas hujan di Wilayah Cirebon meningkat pada pekan kedua Desember ini. Masyarakat pun diimbau mewaspadai beragam potensi bencana alam.

Prakirawan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn mengungkapkan, salah satu bencana yang mungkin terjadi di Wilayah Cirebon berupa angin puting beliung. Selain di musim hujan, angin puting beliung juga sebenarnya berpotensi terjadi kala musim pancaroba.

"Angin puting beliung berpotensi terjadi saat masa pancaroba dan selama musim hujan," katanya 

Pria yang akrab disapa Faiz ini menerangkan, angin puting beliung berupa angin kencang yang berputar berbentuk seperti spiral menuju atau sampai permukaan tanah. Terjadi dalam waktu singkat, angin ini juga dikenal dengan nama lain yakni angin puyuh atau angin leysus atau angin ribut.

Angin puting beliung terbentuk dari adanya awan berwarna abu-abu kehitaman yang disebut cumulonimbus. Kecepatan angin ini berkisar antara 30-40 knots atau 50 knots. Sekalipun begitu, durasi kejadiannya berlangsung singkat, hanya sekitar 3-8 menit.

"Angin ini biasanya terjadi pada siang sampai sore hari," cetusnya.

Dia menyebutkan, arah gerakan angin tergantung gerakan awan cumulonimbus. Sementara, jangkauan daerah terdampak angin puting beliung bisa mencapai 5-10 km.

Gun mengurangi dampak yang merugikan akibat puting beliung, warga diimbau menata kembali pohon-pohon besar, rimbun, tinggi, serta rapuh. Penataan kembali dipandang dapat mengurangi beban pada pohon tersebut.

"Waspadai cuaca ekstrem dan ikuti terus perkembangan informasi cuaca dari BMKG," imbaunya.

Sementara itu, mulai meningkatnya intensitas hujan di Wilayah Cirebon membuat sebagian warga membenahi tempat tinggal dan lingkungan sekitarnya. Seperti dilakukan Nunung, warga di Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, yang merapikan sejumlah bagian rumahnya, terutama di bagian atap.

"Lihat di televisi, ada bencana angin kencang di Bogor yang menewaskan satu orang. Di Cirebon juga kan kadang suka ada angin kencang, jadi saya perkuat atap rumah, supaya tak bocor saat hujan pula," ungkap ibu tiga anak ini.

Selain membenahi rumah tinggalnya, dia mengaku, lingkungan sekitar pun turut dibersihkan untuk menghindari kemungkinan genangan air akibat sampah. Dia tak menampik, kewaspadaan terhadap potensi bencana alam harus ditingkatkan saat musim hujan.

Erika Lia / dey

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 00:30 WIB

    Demokrat Cirebon Tegaskan Konsisten Dukung Prabowo-Sandi

  • Senin, 21 Januari 2019 | 13:49 WIB

    Yuki Pas Band Kecelakaan Saat Hendak Berdakwah

  • Minggu, 20 Januari 2019 | 22:30 WIB

    Cirebon Targetkan 2 Juta Wisatawan