Data Terbaru Setelah Puting Beliung di Bogor, Ribuan Rumah Rusak Parah

Data Terbaru Setelah Puting Beliung di Bogor, Ribuan Rumah Rusak Parah

Jumat, 7 Desember 2018 | 16:20 WIB - Oleh: Rizki Mauludi
Warga menyelamatkan sisa barang yang tertimpa bangunan akibat puting beliung di Bogor. ANTARAFOTO
INILAH, Bogor- Wali Kota Bogor, Bima Arya menggelar rapat koordinasi (rakor) penanganan bencana di Balai Kota Bogor, Jumat (7/12) siang. 

Rakor dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, Asisten Pemerintahan Hanafi, Kepala Dinas Sosial Azrin Syamsuddin, Kepala Dinas Perhubungan Rakhmawati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Elia Buntang, perwakilan BPBD, perwakilan Disperumkim, perwakilan Satpol PP, para Lurah dan Camat SeKota Bogor.

Dalam Rakor tersebut diketahui data terbaru mengenai jumlah unit rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung yang memcapai ribuan unit.

Bima mengatakan, ada data terbaru dan data tersebut didapat dari Lurah di wilayahnya masing-masing. 

Ada delapan Kelurahan yang terdampak, seperti Batutulis, Lawanggintung, Pamoyanan, Cipaku, Ranggamekar, Sukasari, Baranangsiang dan Babakan Pasar. 

"Estimasi kerusakan rumah akibat bencana puting beliung kemarin bertambah jadi 1.697 unit, itu berdasarkan data real dari para lurah," ungkap Bima Arya.

Bima membeberkan, lokasi terparah ada di Kelurahan Batutulis dengan jumlah 472 unit rumah rusak, 280 unit diantaranya rusak berat. 
Kemudian di wilayah Pamoyanan dengan 452 unit dengan 250 diantaranya rusak berat. Lalu di Cipaku 224 unit, Babakan Pasar 178 unit,
Sukasari 139, Lawanggintung 112 unit, Ranggamekar 65 unit dan Baranangsiang 55 unit.

"Saya instruksikan untuk rekan-rekan di wilayah melakukan pendataan rumah tersebut sesuai kategori, yang mana rusak berat, sedang dan ringan. Harus by name by address. Cek juga status kepemilikan tanah agar tidak terjadi masalah baru," tambahnya.

Ia melanjutkan, saat ini Pemkot Bogor memiliki anggaran sekitar Rp6 miliar yang dapat digunakan untuk tanggap darurat bencana. 

"Akan dikoordinasikan dulu terkait penggunaannya. Tapi prioritas sekarang adalah menyediakan kebutuhan sandang pangan, kesehatan dan kebutuhan air bersih warga. Saya juga instruksikan Dinsos dan BPBD untuk membuka dapur umum," terangnya.

Bima membeberkan, saat ini, pemkot sudah membuka Posko Bantuan di ex PT IMI di Cipaku untuk wilayah Bogor Selatan, Kantor Kecamatan Bogor Timur di Jalan Raya Pajajaran untuk wilayah Bogor Timur, dan di Kantor Kelurahan Babakan Pasar untuk wilayah Bogor Tengah.

"Saya juga membuka partisipasi warga untuk meringankan beban keluarga korban bencana puting beliung berupa pakaian, baju sekolah, terpal, selimut, obat, pampers, pembalut, karpet, sembako dan bantuan tunai melalui rekening Dinsos Kota Bogor yang akan segera diumumkan," bebernya.

Masih kata Bima, karena jumlah kerusakan begitu banyak, mencapai 1.697 unit rumah yang terdampak, dirinya juga mengajak OPD yang ada di lingkungan pemkot Bogor untuk menyumbangkan bantuan dengan fokus ke wilayah Bogor Selatan.

"Saya intruksikan semua OPD menyumbangkan bantuan ke wilayah Bogor Selatan," pungkasnya.

Rizki Mauludi / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 10 Desember 2018 | 18:26 WIB

    Biang Kerok Perusak Puncak

  • Senin, 10 Desember 2018 | 18:20 WIB

    Siapa Tersangka Kasus KPU Kota Bogor?

  • Senin, 10 Desember 2018 | 18:00 WIB

    Harga Cabai di Pasar Tradisional Naik

  • Senin, 10 Desember 2018 | 17:55 WIB

    Gedung AKD Terancam Molor

  • Senin, 10 Desember 2018 | 17:50 WIB

    Ade-Iwan Pasti Dilantik 30 Desember

  • Senin, 10 Desember 2018 | 16:25 WIB

    Bayi Stunting di Kabupaten Bogor Capai 500 Ribu

  • Senin, 10 Desember 2018 | 10:05 WIB

    Penyaluran Bantuan Minim, BTT Segera Dicarikan

  • Minggu, 9 Desember 2018 | 11:10 WIB

    Festival Hewan Asuh Dorong Konsumsi Produk Hewan