Jabar Segera Memiliki Taman Rekreasi Sekelas Disneyland

Jabar Segera Memiliki Taman Rekreasi Sekelas Disneyland

Jumat, 7 Desember 2018 | 14:45 WIB - Oleh: Rianto Nurdiansyah
. Syamsuddin Nasution
INILAH, Bandung-Bukan tidak mungkin Jawa Barat memiliki destinasi wisata dengan wahana rekreasi layaknya Disneyland. Itu diketahui setelah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima kunjungan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Untuk Republik Indonesia (RI) di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (7/12/2018).

Emil -sapaan Ridwan Kamil- mengungkapkan, investor RRT berminat menanamkan modal sebesar Rp 3 triliun guna mengembangkan kawasan wisata di Jababeka, Cikarang. Terlebih di kawasan tersebut masih ada lahan landbay dengan luas 1000 hektar yang masih kosong.

"Ada rencana investasi Rp 3 triliun untuk kawasan wisata di Jababeka di Cikarang. Jadi seperti Disneyland investasinya dari Tiongkok," ujar Emil.

Dia menilai rencana RRT tersebut sangat positif,  lantaran selaras dengan visi Pemerintah Provinsi Jabar. Memang, pihaknya mengusung semangat untuk menggenjot Jabar menjadi Provinsi Pariwisata. Sementara destinasi wisata, ada kategori buatan dan juta alam

"Konsepnya enggak tahu, baru niat bisnisnya belum ke teknis. Kalau saya intinya welcome karena sejalan dengan visi provinsi pariwisata," katanya.

Jababeka sendiri adalah kawasan industri yang mandiri.  Di mana kini telah mempunyai sekitar 1.650 perusahaan nasional dan multinasional dari 30 negara, diantaranya Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Australia, Jepang, China, Taiwan, Singapura dan Malaysia.

Meski demikian, Emil sampaikan, yang disebut kawasan itu multifungsi. Walaupun didominasi oleh industri, namun bukan berarti tak diperkenankan ada bangunan lain seperti sekolah, rumah, mall maupun wahana rekreasi.

"Kan saya bikin pariwisata merata di 27 daerah. Disebut cocok tidak cocok setiap wilayah punya kebutuhan dasar, mereka juga butuh piknik," katanya.

Lebih lanjut, Emil meminta masyarakat untuk melawan xenophobia atau ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain, atau yang dianggap asing.

"Hidup ini bertetangga, hidup ini perlu relasi dari negar, Jangan ada sentimen yang tak perlu. Selama untuk kesejahteraan rakyat Jabar dan caranya baik saya kira kita tidak usah mengkotak-kotakkan," pungkasnya.

Rianto Nurdiansyah / jek

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Minggu, 9 Desember 2018 | 12:15 WIB

    Sejarah, Eselon 2 Pemprov Jabar Diuji Kompetensi

  • Minggu, 9 Desember 2018 | 06:38 WIB

    Provinsi Jabar, Provinsi Terinovatif IGA 2018

  • Minggu, 9 Desember 2018 | 06:25 WIB

    Kang Uu Buka Porseni Penyuluh Agama se-Jabar