Mengaku Intel Polda Jabar, Seorang Pria di Cirebon Diringkus

Mengaku Intel Polda Jabar, Seorang Pria di Cirebon Diringkus

Jumat, 7 Desember 2018 | 14:25 WIB - Oleh: Erika Lia
. Erika Lia Lestari
INILAH, Cirebon-Seorang pria yang mengaku sebagai anggota intelejen Polda Jawa Barat diamankan polisi Kota Cirebon.

Selama bertahun-tahun, pria berinisal MK, warga Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, itu menipu orang lain. Sekalipun memakai seragam dinas kepolisian, MK tak dapat menunjukkan kartu anggota sebagai penegak hukum.

Akhirnya, pada Juli 2018, aksi tipu daya MK terungkap berkat laporan salah satu korbannya, Yoki Suryawan, seorang pegawai Kelurahan/Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Awalnya, Yoki memberikan uang kepada MK sebesar Rp11 juta dari total kesepakatan Rp25 juta sebagai pelicin agar Yoki menduduki posisi lebih tinggi.

Kapolsek Lemahwungkuk Polres Citebon Kota, Iptu Tarsiman mengungkapkan, pelaku mengaku berpangkat Bripka Intel Polda Jabar yang dikaryakan bertugas di Pemerintah Daerah Cirebon. Kepada para korban, MK mengklaim kenal dekat pejabat tinggi sehingga dapat dengan mudah memasukkan seseorang menjadi pejabat, aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI -POLRI, bahkan pegawai swasta dengam imbalan tertentu.

"Dari penelusuran kami, pelaku sudah lebih dari sembilan kali melakukan aksi penipuan ini. Korbannya ada yang dari luar kota," tutur Tarsiman.

Setiap jabatan yang diinginkan para korbannya, lanjut dia, memiliki tarif atau uang jasa bervariasi, tergantung tinggi rendah posisinya. Antara pegawai swasta dan negeri pun memiliki nilai jasa berbeda.

Dia menyebutkan, MK memasang semacam tarif atau uang pelicin dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah, tergantung posisi yang diinginkan peminat. MK sendiri semula berkilah atas segala tuduhan yang dikenakan. Namun ketika diperiksa, MK hanya membawa dompet berisi KTP dan surat-surat atau ijazah korbannya.

"Ketika dipertemukan dengan korban di Kelurahan Lemahwungkuk, MK tak mengaku," ujarnya.

Namun, Tarsiman mengaku, tak sulit bagi pihaknya untuk mengetahui MK benar-benar anggota Polri atau bukan. Setelah diperiksa, pelaku ternyata seorang pengangguran.

Untuk penyelidikan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti dompet, KTP, dan ijazah para korban. Pelaku pun dijerat pasal penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

"Pelaku tidak bisa membuktikan apa yang dijanjikan. Dia sudah melakukannya (penipuan) selama sekitar dua tahun lalu," tandasnya.

Erika Lia / jek

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 10 Desember 2018 | 17:35 WIB

    Ratusan Santri Gedongan Cirebon Seleksi Magang ke Jepang

  • Senin, 10 Desember 2018 | 16:20 WIB

    BB Padi Sukamandi Butuh Tambahan Peneliti

  • Senin, 10 Desember 2018 | 10:10 WIB

    Pembebasan Lahan Bandara Sukabumi Mundur Jadi 2019

  • Jumat, 7 Desember 2018 | 11:25 WIB

    Pencaker di Garut Capai 22.905 Orang

  • Kamis, 6 Desember 2018 | 15:10 WIB

    Pemkot Cirebon Tawarkan Tiongkok Kerja Sama Pariwisata