Hah, di China Bergulat dengan Banteng Menyenangkan

Hah, di China Bergulat dengan Banteng Menyenangkan

Jumat, 7 Desember 2018 | 13:55 WIB
INILAH, Bandung-Beberapa kali seminggu, guru kungfu Ren Ruzhi memasuki sebuah ruangan untuk bergulat dengan banteng. Hal itu tentu membuat ibunya khawatir. Hebatnya, pria berusia 24 tahun tidak pernah terluka. Dia menyebutnya mengasyikan.

"Ini melambangkan keberanian seorang pria," kata Ren seperti dikutip Reuters di Jiaxing di provinsi timur China Zhejiang.

Tidak seperti olahraga Spanyol yang lebih terkenal, variasi adu banteng Cina tidak melibatkan pedang. Melainkan memadukan gerakan gulat dengan keterampilan dan kecepatan kungfu untuk menurunkan hewan buas seberat 400 kg.

“Pertempuran adu banteng Spanyol lebih seperti pertunjukan," kata Hua Yang, seorang penggemar berusia 41 tahun yang menyaksikan perkelahian manusia melawan banteng saat berkunjung ke Spanyol.

“Ini (varietas Cina) benar-benar sebuah kontes mengadu kekuatan manusia melawan banteng. Ada banyak keterampilan yang terlibat dan itu bisa berbahaya," ucapnya.

Olahraga yang menuntut fisik ini membutuhkan pejuang untuk dilatih secara intensif dan mereka biasanya memiliki karir yang singkat, kata Han Haihua, mantan pegulat pro yang melatih para petarung banteng di Sekolah Haihua Kungfu di Jiaxing.

Han menyebut gaya adu banteng yang dia ajarkan “kekuatan eksplosif keras 'qigong'”. Yakni menggabungkan keterampilan dan kecepatan seni bela diri dengan teknik gulat tradisional.

Biasanya, seorang pejuang mendekati kepala banteng, meraih tanduk dan tikungannya, memutar kepalanya sampai banteng terjungkal.

"Apa yang saya maksud dengan kekuatan eksplosif?" Tanya Han. "Dalam sekejap! Pow! Konsentrasikan semua kekuatan Anda pada satu titik. Tiba-tiba, dalam sekejap, bergulat dengan tanah,” jelasnya.

Jaka Permana / jek

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 18 Februari 2019 | 15:30 WIB

    Menuju Syar’i, Konsep Pernikahan Muslim Menjadi Tren

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 00:29 WIB

    Trauma "May" jadi Korban Perkosaan

  • Kamis, 14 Februari 2019 | 23:30 WIB

    Jejak Jenderal Soedirman di Pameran Radio Antik

  • Kamis, 14 Februari 2019 | 03:00 WIB

    Suka Cita Hamish Daud dan Raisa Sambut Sang Buah Hati

  • Selasa, 12 Februari 2019 | 18:30 WIB

    Waspadai Puncak Siklus 10 Tahun Kasus DBD