DPRD Dukung Parkir Elektronik

DPRD Dukung Parkir Elektronik

Jumat, 7 Desember 2018 | 11:30 WIB - Oleh: Rizki Mauludi
. Net
INILAH, Bogor - DPRD mendukung rencana parkir elektronik di GOR Pajajaran. Tapi, mereka minta tarif parkir jangan memberatkan masyarakat. Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor, Mulyadi, menyebutkan kebijakan Dinas Perhubungan mengelola parkir GOR Pajajaran dengan sistem elektronik itu patut didukung. Sebab, selama ini potensi pendapatan asli daerah (PAD) parkir belum maksimal meskipun sudah cukup bagus.

"Saya pikir bagus program ini. Terlebih juga memberdayakan masyarakat sekitar yang biasa menjaga parkiran. Selama ini kebanyakan masyarakat yang menjaga parkir di situ. Hanya sedikit dari Dinas Perhubungan. Jadi, harus dipikirkan nasibnya," kata Mulyadi kepada wartawan, Kamis (6/12/2018).

Dia menambahkan, dengan adanya sistem baru parkir elektronik, dari sisi keamanan juga lebih terjaga. Sebab, pemilik kendaraan akan mendapatkan tiket dan masuk melewati palang otomatis yang dijaga petugas. Perlu juga agar masyarakat nantinya harus menunjukkan surat-surat kendaraan untuk memastikan keamanan.

Hanya saja, dia juga menyarankan agar parkir elektronik ini nantinya tidak memberatkan pemilik kendaraan. Artinya, tarif parkir yang ditetapkan harus terjangkau oleh kebanyakan masyarakat Kota Bogor.

"Perlu dipertimbangkan juga kemampuan masyarakat. Dipikirkan pula biaya perawatan alat parkir elektronik ini. Tapi yang lebih penting lagi, harusnya ini bisa membantu meningkatkan PAD," kata anggota Fraksi Partai Demokrat ini di Bogor, Kamis (6/12).

Kepala Seksi Perparkiran Dishub Kota Bogor, Suratman membenarkan akan adanya pemberlakukan parkir elektronik di GOR Pajajaran. Tetapi, sebutnya, saat ini masih dalam proses sosialisasi dan penetapan besaran tarif.

"Kami sudah pasang barrier gate di kawasan GOR Pajajaran dan rencananya pemberlakuan tersebut di bulan Januari 2019," ungkap Suratman.

Kabid Sarana dan Prasarana pada Dishub Kota Bogor Dodi Wahyudin mengaku, penataan parkir di komplek GOR Pajajaran tujuannya tak lain meningkatkan PAD dan memberikan rasa nyaman kepada para pengunjung yang datang. Pasalnya, di wilayah tersebut juga sering terjadi laporan kehilang kendaraan.

"Saat ini belum diberlakukan parkir elektronik tersebut karena masih dilakukan pembenahan dari mulai operatornya dan pemasangan rambu parkir. Tanggal pelaksanaanya juga belum ditentukan karena masih dalam tahap sosialisasi dan akan dilakukan pelatihan dulu kepada operatornya," terangnya.

Dodi menjelaskan, pengunjung nantinya masuk pada pintu dari Jalan Pemuda dan keluar di Jalan Ahmad Yani. Dirinya memastikan bakal ada batas tarif maksimal yang bakal diterapkan untuk motor dan mobil.

"Intinya, penerapan parkir tersebut tidak sama dengan di mal jadi lebih ringan. Motor jika lebih dari jam pertama dikenakan tarif Rp2.000, dengan batas maksimal tarifnya Rp4.000. Sedangkan mobil di jam pertama Rp3.000 dan tarif maksimal Rp6.000," jelasnya.

Dodi mengaskan, kebijakan penerapan parkir di komplek GOR Pajajaran bukan berarti menghilangkan pekerjaan juru parkir yang sudah ada. Nantinya mereka direkrut menjadi operator parkir dan mengarahkan pengendara yang ada di dalam komplek GOR.

Rizki Mauludi / dey

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 10 Desember 2018 | 18:26 WIB

    Biang Kerok Perusak Puncak

  • Senin, 10 Desember 2018 | 18:20 WIB

    Siapa Tersangka Kasus KPU Kota Bogor?

  • Senin, 10 Desember 2018 | 18:00 WIB

    Harga Cabai di Pasar Tradisional Naik

  • Senin, 10 Desember 2018 | 17:55 WIB

    Gedung AKD Terancam Molor

  • Senin, 10 Desember 2018 | 17:50 WIB

    Ade-Iwan Pasti Dilantik 30 Desember

  • Senin, 10 Desember 2018 | 16:25 WIB

    Bayi Stunting di Kabupaten Bogor Capai 500 Ribu

  • Senin, 10 Desember 2018 | 10:05 WIB

    Penyaluran Bantuan Minim, BTT Segera Dicarikan

  • Minggu, 9 Desember 2018 | 11:10 WIB

    Festival Hewan Asuh Dorong Konsumsi Produk Hewan