Pencaker di Garut Capai 22.905 Orang

Pencaker di Garut Capai 22.905 Orang

Jumat, 7 Desember 2018 | 11:25 WIB - Oleh: Nul Zainulmukhtar
. Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut – Jumlah pencari kerja (pencaker) di Kabupaten Garut terus meningkat setiap tahun. Penyebabnya kesempatan kerja masih rendah dibandingkan jumlah penduduk usia produktif yang belum bekerja.

 

Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut mencatat hingga akhir November 2018, jumlah pencaker atau pemohon kartu angkatan kerja (AK1) ayng biasa disebut kartu kuning mencapai 22.905 orang. Sedangkan jumlah pencaker hingga akhir 2017 sekitar 19 ribu -20 ribu orang.

 

Kebanyakan pencaker membidik kawasan industri di kota besar, seperti Bandung, Karawang, Bekasi, dan Jakarta. Sebagian lainnya mencari kesempatan kerja di Kabupaten Garut. Mereka didominasi kalangan perempuan sebanyak 11.711 orang dan laki-laki sebanyak 11.194 orang.

 

Menurut Kepala Disnakertrans Garut Raden Tedi, meningkatnya jumlah pencaker di Garut terbilang wajar seiring semakin banyaknya angka kelulusan sekolah, termasuk sekolah kejuruan dan perguruan tinggi. Sedangkan jumlah perusahaan atau lowongan kerja relatif belum bertambah.

 

"Kalau dihitung tanpa memasukkan banyaknya yang baru lulus sekolah, jumlah pencari kerja mestinya berkurang," kata Tedi kepada INILAH, Kamis (6/12/2018).

 

Kendati kantor layanan pembuatan kartu kuning Disnakertrans Kabupaten Garut masih mengungsi dengan menempati salah satu gedung di lingkungan Islamic Center Garut Jalan Pramuka, para pencaker terus berdatangan. Rata-rata jumlahnya mencapai sekitar 200 orang setiap hari.

 

"Kadang kalau sedang banyak lowongan kerja, jumlah pencaker bisa mencapai 400 orang per hari. Kita juga enggak bisa berbuat banyak dengan kondisi bangunan yang ada. Kita belum punya kantor. Rencananya dibangun 2019 nanti," ujar Tedi.

 

Dia menyebutkan, penyerapan atau penempatan kerja dari para pencaker masih sangat kecil dibandingkan jumlah pencaker.

 

"Tahun 2017, penyerapan atau penempatan pencaker mencapai 7.000 orang. Termasuk padat karya. Itu juga hanya di Garut. Sebab untuk yang di luar Garut, tak terpantau. Sebab mereka yang sudah diterima bekerja, tak pernah lapor kembali ke dinas. Padahal kita sudah sediakan web dan diingatkan agar melapor ke dinas jika sudah diterima bekerja di mana pun," kata Tedi.

 

Penempatan tenaker pada 2018 sejak Januari hingga Oktober baru mencapai sebanyak 6.528 orang. Sebagian mereka ditempatkan di luar negeri.

Nul Zainulmukhtar / dey

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 10 Desember 2018 | 17:35 WIB

    Ratusan Santri Gedongan Cirebon Seleksi Magang ke Jepang

  • Senin, 10 Desember 2018 | 16:20 WIB

    BB Padi Sukamandi Butuh Tambahan Peneliti

  • Senin, 10 Desember 2018 | 10:10 WIB

    Pembebasan Lahan Bandara Sukabumi Mundur Jadi 2019

  • Jumat, 7 Desember 2018 | 11:25 WIB

    Pencaker di Garut Capai 22.905 Orang

  • Kamis, 6 Desember 2018 | 15:10 WIB

    Pemkot Cirebon Tawarkan Tiongkok Kerja Sama Pariwisata