Pemkab Bandung Dorong Pembentukan Posyantek di Setiap Desa

Pemkab Bandung Dorong Pembentukan Posyantek di Setiap Desa

Kamis, 6 Desember 2018 | 20:33 WIB - Oleh: Dani Rahmat N.
Ilustrasi. INILAH/Dani R Nugraha

INILAH,Bandung- Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong pembentukan Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) di setiap desa.

Pengembangan Posyantek tentunya harus disesuaikan dengan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada disetiap desa. Tujuannya, mendorong perekonomian masyarakat desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung, Tata Irawan mengatakan, Posyantek Desa harus hadir sebagai inkubator pemberdayaan dan pengembangan potensi SDA .

“Posyantek desa harus segera dibentuk,  sehingga penerapan Teknologi Tepat Guna  (TTG) di desa akan lebih optimal. Karena merekalah yang paling tahu potensi Sumber Daya Alam (SDA) unggulannya masing-masing. Tentu saja akan berdampak pada kemajuan ekonomi desa, penguatan kapabilitas masyarakat dan peningkatan pendapatan masyarakat yang mengandalkan SDA sebagai mata pencahariannya,” kata  Tata Irawan di Sorerang, Kamis (6/12/18).

Tata menyebutkan, potensi SDA yang selama ini memiliki keterbatasan dimanfaatkan secara ekploitatif.  Tidak memperhatikan daya dukung dan terkadang mengabaikan kepentingan masyarakat desa. Bahkan, lanjutnya,  berdampak merusak lingkungan dan merugikan warga setempat.

Kata dia, hadirnya Posyantek Desa, semua potensi tersebut akan dimanfaatkan secara maksimal.

“Saya harap melalui sosialisasi yang baik kecamatan dan desa mengetahui hak masyarakat dalam pengembangan dan penerapan teknologi tepat guna dalam pengelolaan SDA desa, khususnya dalam hal mengelola SDA desa yang ramah lingkungan, memperoleh akses yang seimbang, memperoleh perlakuan yang adil dalam pengelolaan juga pemanfaatannya,” ujar Tata.

Tata melanjutkan, pihaknya juga mengapresiasi Posyantek Ciwidey, yang berhasil menjadi juara II TTG ungggulan tingkat Provinsi Jawa Barat dengan alat ‘kompor aksi’. Alat tersebut lanjutnya, bisa dimanfaatkan berbagai kegiatan dengan berbahan bakar limbah oli dan air.

“Semoga ini bisa menginspirasi Posyantek lainnya untuk terus berinovasi dan memberi peluang Posyantek desa di Kecamatan Ciwidey agar lebih aktif lagi,” katanya.

Tenaga ahli TTG dari Kemendes dan PDT RI, Arif Setiabudi setuju bahwa setiap desa harus mengembangkan potensinya untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat desa.

 “Jangan tergantung impor, tapi kembangkan potensi dan berdayakan modal masyarakat pedesaan, seperti modal sosial, teknologi dan keuangan. Kalau bisa Posyantek Kecamatan ini jangan diganti, tapi dikukuhkan oleh Camat, supaya proses inovasi yang diusung sejak awal, bisa terus berkesinambungan dampaknya,” ujarnya.

Arif meyakinkan bahwa Posyantek antar desa tersebut harus punya strategi masing-masing dalam melakukan pemetaan potensi desa. Menurutnya, mereka harus mampu membangkitkan spirit kreativitas masyarakat agar punya tujuan dan keinginan yang jelas.

“Para posyantek ini harus cerdas mengamati, meniru dan memodifikasi, keberhasilan dari teknologi mana yang sekiranya bisa diterapkan untuk pengembangan potensi di desa masing-masing. Mulai dari ide kreatif, rencana kerja, riset, hingga bisnis plan,” katanya.

Dani Rahmat N. / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 10 Desember 2018 | 18:40 WIB

    Eks Walkot Cimahi Itoc Segera Disidangkan

  • Senin, 10 Desember 2018 | 18:36 WIB

    Wagub Jabar Disebut dalam Dakwaan Korupsi Tasikmalaya

  • Senin, 10 Desember 2018 | 18:05 WIB

    Soal Sekda, Fordiskum: Kesampingkan Ego Kewenangan

  • Senin, 10 Desember 2018 | 17:14 WIB

    Pemkab Bandung Siapkan Training Development Center

  • Senin, 10 Desember 2018 | 14:35 WIB

    Pemkab Bandung Segera Tangani Jalan Ambles di Kutawaringin

  • Senin, 10 Desember 2018 | 14:25 WIB

    Tanah Ambles Putuskan Jalan Kampung Cijembel

  • Minggu, 9 Desember 2018 | 17:28 WIB

    Pemkot Cimahi Segera Revisi Perda RTRW

  • Minggu, 9 Desember 2018 | 17:23 WIB

    Bisnis Restoran di Bandung Menjamur, Hotel Melempem