Rp100 Miliar, Anggaran Pemprov Jabar Kembangkan Ekonomi Pesantren

Rp100 Miliar, Anggaran Pemprov Jabar Kembangkan Ekonomi Pesantren

Kamis, 6 Desember 2018 | 20:10 WIB - Oleh: Rianto Nurdiansyah
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. ANTARA FOTO

INILAH, Bandung - Pemprov Jabar anggarkan Rp100 miliar untuk pengembangan ekonomi umat pesantren.

Anggaran tersebut menyusul bakal diluncurkannya program One Pasantren One Product (OPOP) di Ciwidey, pada 12 Desember ini.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, program ini digagas untuk peningkatan kesejahteraan, mengurangi migrasi dan mengatasi ketimpangan.

"Anggaran Rp 100-an miliar untuk 2019 pengembangan ekonomi umat pesantren," ujar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (6/12).

Dia katakan, dari jumlah 9000 persantren di Jabar, sebagai tahap awal akan dimulai pada 600 persantren. Pihaknya akan bekerjasama dengan Camat dalam menerapkan OPOP ini.

"Kan camat ada 600-an, nah camat harus menominasikan satu pesantren yang paling siap. Yang belum siap kita edukasi," ucapnya.

Tambah Emil, pihaknya akan terus mendampingi setiap pesantren dalam menjalankan program ini. Namun, dia meminta untuk mengutamakan setiap produk memiliki pasar yang jelas.

"Nanti dibantu Pemprov, Pemprov ada tim KUKM contohnya dari Safira dari mana-mana, tugas pertamanya mencari pembeli dulu," katanya.

Adapun jenis produk yang akan dikembangkan oleh pesantren tersebut dari mulai pertanian hingga bidang otomotif. Bahkan, dia memastikan, akan ada partner dari Pemprov Jabar yang akan menitipkan produk untuk diproduksi di pesantren. Contohnya mengembangkan sabut kelapa untuk bahan jok.

"Saya dan tim cari produk lain. Sampai suatu hari ribu-ribu pesantren itu semua punya unit usaha," lanjut Emil.

Setidaknya, dia berharap dalam lima tahun ke depan terjadi lonjakan dari segala sektor agar kian maju. Tak terkecuali pada ekonomi di setiap pesantren. Tugas Emil adalah membangun pondasi dan percontohan kepada masyarakat lewat program yang digagasnya.

"Selanjutnya mengakselerasi, sampai 100 persen dalam lima tahun atau harus dua periode," imbuhnya.

Lebih lanjut, Emil mengangkapkan inspirasi Program OPOP ini berasal dari Pesantren Nurul Iman di daerah Parung, Bogor. Di mana dengan mendirikan pabrik roti bisa membiayai para santrinya guna menuntut ilmu.

"Nah contoh itulah yang menjadi inspirasi saya menjadikan model pesantren Nurul Iman ini ke dalam satu pesantren satu produk," pungkas Emil.

Rianto Nurdiansyah / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Minggu, 9 Desember 2018 | 12:15 WIB

    Sejarah, Eselon 2 Pemprov Jabar Diuji Kompetensi

  • Minggu, 9 Desember 2018 | 06:38 WIB

    Provinsi Jabar, Provinsi Terinovatif IGA 2018

  • Minggu, 9 Desember 2018 | 06:25 WIB

    Kang Uu Buka Porseni Penyuluh Agama se-Jabar