Pemkot Cirebon Tawarkan Tiongkok Kerja Sama Pariwisata

Pemkot Cirebon Tawarkan Tiongkok Kerja Sama Pariwisata

Kamis, 6 Desember 2018 | 15:10 WIB - Oleh: Erika Lia
. Foto: Erika Lia
INILAH, Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon menawarkan kerja sama di bidang kepariwisataan kepada Pemerintah Tiongkok. Kesamaan kultur serta histori antara Cirebon dan Tiongkok dipandang sebagai alasan yang masuk akal.

Penjabat Wali Kota Cirebon Dedi Taufik beserta jajaran Pemkot Cirebon menerima kunjungan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian, Kamis (6/11/2018). Kunjungan itu dalam rangka meningkatkan kerja sama dan hubungan persahabatan antara pemerintah Tiongkok dan Provinsi Jawa Barat.

"Duta besar Tiongkok tertarik dan berharap bisa menjalin kerja sama dengan Kota Cirebon," kata Dedi.

Dia mengemukakan, Pemkot Cirebon menawarkan kerja sama program sister city antara Kota Cirebon dan salah satu kota di Tiongkok. Selain itu, Dubes Tiongkok mengaku tertarik dengan sejumlah lokasi di Kota Cirebon, seperti kawasan pesisir, Kopiluhur di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, serta keraton-keraton.

Perpaduan budaya yang berkembang di Kota Cirebon pun, diakui Dedi, telah mengundang ketertarikan tersendiri bagi pemerintah Tiongkok. Budaya Cirebon bahkan dinilai berpotensi sebagai daya tarik bagi wisatawan untuk mengunjungi kota udang ini.

"Budaya yang dimiliki Kota Cirebon beragam, yang merupakan perpaduan sunda, tiongkok, arab, hingga eropa," ujarnya.

Kerjasama kepariwisataan yang dapat dijalin Pemkot Cirebon dengan pemerintah Tiongkok, katanya, akan menonjolkan dari sisi kuliner, alam, dan keunikan lainnya. Namun untuk ini, dia memandang perlunya penguatan kerjasama melalui sebuah nota kesepahaman (MoU) secepatnya.

"Kerjasama dengan pemerintah Tiongkok sendiri merupakan salah satu inovasi Pemkot Cirebon," cetus Dedi lagi.

Sementara itu, Dubes Xiao Qian sempat tertarik dengan makanan khas Cirebon, empal gentong, yang disajikan kala santap siang bersama di aula Adipura Kencana? Balai Kota Cirebon. Empal gentong sendiri tak ubahnya sup kari berisi daging sapi dengan taburan daun kucai dan bawang goreng. 

"Disebut empal gentong karena kuahnya dimasak dalam gentong yang dibuat dari tanah liat," terang Dedi kepada Xiao Qian.

Sementara itu, diketahui, Xiao Qian juga sempat mengunjungi Taman Goa Sunyaragi, salah satu objek wisata di Kota Cirebon yang dikelola Keraton Kasepuhan Cirebon. Kedatangan Xiao Qian diterima putra mahkota Keraton Kasepuhan Cirebon, Pangeran Raja Luqman Zulkaedin.

Xiao Qian tampak mengagumi Taman Goa Sunyaragi yang konon telah berusia sekitar 400 tahun. Goa ini disebut-sebut langka mengingat satu-satunya goa yang terbentuk dari batu karang.

Xiao Qian sempat menyampaikan apresiasinya karena goa itu masih terpelihara dan dijaga dengan baik. Menurut Luqman sendiri, Taman Goa Sunyaragi telaj menjadi salah satu ikon Kota Cirebon.

"Semoga jadi destinasi wisata heritage tingkat dunia," harap Luqman.

Erika Lia / dey

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 10 Desember 2018 | 17:35 WIB

    Ratusan Santri Gedongan Cirebon Seleksi Magang ke Jepang

  • Senin, 10 Desember 2018 | 16:20 WIB

    BB Padi Sukamandi Butuh Tambahan Peneliti

  • Senin, 10 Desember 2018 | 10:10 WIB

    Pembebasan Lahan Bandara Sukabumi Mundur Jadi 2019

  • Jumat, 7 Desember 2018 | 11:25 WIB

    Pencaker di Garut Capai 22.905 Orang

  • Kamis, 6 Desember 2018 | 15:10 WIB

    Pemkot Cirebon Tawarkan Tiongkok Kerja Sama Pariwisata