Produk Koperasi Kabupaten Bandung Dilirik PHRI Bali

Produk Koperasi Kabupaten Bandung Dilirik PHRI Bali

Rabu, 5 Desember 2018 | 17:32 WIB - Oleh: Inilah koran
INILAH, Bandung - "Sudah saatnya pemberdayaan koperasi digalakkan, kesempatan ini harus dimanfaatkan sebagai peluang bisnis yang strategis,” ucap Sekretaris Daera(Sekda) Kabupaten Bandung  Sofian Nataprawira di hadapan para pengurus koperasi asal Kabupaten Bandung dalam acara bimbingan teknis (Bimtek) Pemanfaatan Peluang Bisnis, Pembedayaan dan Pengembangan Usaha Koperasi di Hotel Sutan Raja, Soreang, Rabu (21/11/2018).

Pada kesempatan itu, Sekda menyebutkan produk koperasi asal Kabupaten Bandung sudah dilirik PHRI (Perhumpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Provinsi Bali. Menurutnya, peran koperasi sebagai wadah kegiatan ekonomi rakyat, harus memiliki kemampuan menjadi badan  usaha yang efisien, tangguh dan berakar pada masyarakat. “Apalagi produk kita sudah  dilirik PHRI Bali. Sebagai destinasi wisata mancanegara, Bali akan menjadi peluang pemasaran yang bagus,” jelasnya.

Profesonalisme manajemen koperasi, lanjutnya, merupakan syarat wajib agar koperasi di Kabupaten Bandung mampu bersaing dengan produk lainnya. Dalam aktivitas koperasi, manajemen yang dijalankan harus menerapkan kegiatan koperasi yang terencana dengan hasil optimal. “Manajemennya dulu ditata dengan tujuan kegiatan yang jelas, sehingga hasilnya bisa optimal yakni business success, member success maupun development success. Saya juga apresiasi atas prestasi KUD Sawargi Solokanjeruk, KPBS Pangalengan dan Koperasi Rukun Mekar Bojongsoang,” ujar Sekda.

Dia memaparkan, koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat perlu memiliki ciri-ciri keunggulan komparatif seperti mampu melaksanakan manajemen yang efisien, produktif, transparan, terbuka, dan professional dalam mengelola organisasi dan kegiatan usaha berdasarkan prinsip-prinsip koperasi.

Selain itu, tambahnya, koperasi juga harus mampu menggerakkan, memadukan, dan mengembangkan potensi sumber daya menjadi kekuatan efektif untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi dan nilai tambah, mampu menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran serta gairah masyarakat untuk menjadi anggota yang berperan serta secara aktif dalam proses pengambilan keputusan, pengawasan dan sebagai pelanggan koperasi.

“Saya mendorong koperasi yang punya daya saing bisa menjalin hubungan kerja sama yang baik. Selain meningkatkan ekonomi masyarakat, peluang emas semacam ini akan berdampak pada tingginya produktivitas usaha dan menurunnya angka pengangguran di Kabupaten Bandung, mudah-mudahan mampu memenuhi permintaan pasar,” harap Sekda Sofian Nataprawira.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Hermawan menyebutkan, sebanyak 13 koperasi yang dianggap kompeten, dihadirkan sebagai peserta bimtek yang rencananya akan menjalin kerja sama dengan PHRI Provinsi Bali. Kerja sama tersebut adalah tindaklanjut dari kunjungan kerja Diskop UKM ke Provinsi Bali beberapa waktu lalu. “Dari 13 koperasi ini, akan ada 5 hasil produksi yang dilakukan kerja sama, yakni sektor olahan pangan makanan ringan, kopi unggulan dari Puntang dan Gunung Tilu, sayuran dan buah, konveksi serta hasil kerajinan,” paparnya.

Sebelum menjalin kerja sama, pihaknya menggelar bimtek pemanfaatan peluang bisnis, agar para peserta bisa mengidentifikasi terlebih dulu berbagai permasalahan internal dan eksternal koperasi berkaitan dengan pengembangan usaha koperasi,  potensi wilayah untuk pengembangan usaha koperasi, mencari alternatif solusi dari berbagai permasalahan yang dihadapi oleh koperasi.

“Kita bekali supaya para peserta memiliki kemampuan bisnis yang profesional. Mereka harus bisa mengembangkan potensi, menganalisa permasalahan serta menghasilkan peluang bisnis yang luas,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Pariwisata & Budaya PHRI Provinsi Bali Ismoyo S. Soemarlan mengatakan, peluang kerja sama tersebut merupakan potensi untuk pengembangan bisnis dari pengembangan koperasi asal Kabupaten Bandung. 

“sekarang ada  sekitar 50 ribu hotel dan lebih dari 130 ribu kamar di Bali, kalau kerja sama ini terjalin baik alangkah besarnya peluang investasi koperasi Kabupaten Bandung di Bali. Nah hari ini akan kita kupas pengelolaan bisnis potensi tersebut,”  ujar Ismoyo.

Ismoyo mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Diskop UKM memiliki komitmen untuk pengembangan koperasi masyarakat. “Saya saya apresiasi, karena di sini Pemkab nya punya komitmen yang jelas untuk mengembangkan koperasi masyarakat, tuntas hingga eksekusi, ngga hanya wacana dan ngga PHP aja,” cetusnya.

Pada kesempatan itu, turut hadir sebagai narasumber Master SEO di Indonesia Riyeke Ustadiyanto,  M. Dudi Dermawan Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar, Owner Outlet Pisang Ijo Riezka Rahmawatiana, Ketua FO Bandung Perry Tristianto dan Independent Consultant Kredit Komersial Josh E. Nurhidayatullah.

Inilah koran / jul

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 10 Desember 2018 | 17:14 WIB

    Pemkab Bandung Siapkan Training Development Center

  • Minggu, 9 Desember 2018 | 13:56 WIB

    Wujudkan Smart City Melalui Web Desa

  • Minggu, 9 Desember 2018 | 13:53 WIB

    Pemkab Bandung Kirim 142 Atlet Porpemda

  • Jumat, 7 Desember 2018 | 17:49 WIB

    SKD Tidak Lolos, Masih Ada Harapan Ikut SKB

  • Jumat, 7 Desember 2018 | 17:43 WIB

    Disdukcapil Kabupaten Bandung Kebut Layanan KTP