Empat Sungai Besar di Kota Cirebon Dikeruk

Empat Sungai Besar di Kota Cirebon Dikeruk

Rabu, 5 Desember 2018 | 15:50 WIB - Oleh: Erika Lia
INILAH, Cirebon - Sedikitnya empat sungai besar yang melintas di Kota Cirebon dikeruk. Budaya membuang sampah ke sungai masih belum hilang di tengah masyarakat.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon, Syarif menyebutkan, keempat sungai yang dikeruk masing-masing Sungai Cikalong di Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, sungai di kawasan Pilang Setrayasa, sungai di dekat PDAM, serta sungai banjir kanal. Tak hanya sungai besar, sejumlah sungai kecil pun dikeruk.

"Selama beberapa hari ini sungai-sungai di Kota Cirebon dikeruk. Rabu (5/11/2018) ini Sungai Cikalong yang dikeruk," ungkap Syarif.

Untuk keempat sungai besar yang dikeruk, imbuhnya, memiliki tingkat kesulitan tinggi sehingga harus menggunakan alat berat. Kesulitan itu di antaranya meliputi tingkat sedimentasi yang cukup tinggi, baik di sisi sungai maupun di dalam sungai.

Di Sungai Cikalong misalnya, kata dia, telah terjadi penyempitan badan sungai akibat sedimentasi. Karena itu, pengerukan dilakukan sepanjang 500-600 meter dengan kedalaman sekitar satu meter.

Tak hanya sedimentasi, penyempitan sungai juga diakibatkan penumpukan sampah. Syarif memperkirakan, masih banyak warga yang memanfaatkan sungai sebagai tempat sampah.

"Setelah pengerukan, seharusnya dibuat pagar dan ditempatkan tempat sampah, sehingga warga tak lagi membuang sampah sungai," sarannya.

Dia memastikan, pengerukan sungai dilakukan mengingat banjir masih menghantui warga Kota Cirebon. Dengan permasalahan sungai seperti sedimentasi hingga penyempitan sungai akibat sampah, air sungai bisa meluap dan menyebabkan banjir, terutama kala hujan berintensitas tinggi turun.

Sementara, pengerukan juga dilakukan terhadap sungai-sungai kecil, di antaranya sungai di kawasan Kalijaga dan Kusnan. Pengerukan di sungai kecil dilakukan secara manual oleh personil DPUPR maupun warga. 

"Pengerukan manual akan terus dilakukan hingga akhir tahun. Diharapkan saat hujan deras, sungai mampu menampung debit air dalam jumlah besar dan tak meluap ke pemukiman penduduk," tandasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Syamsudin mengapresiasi upaya Pemkot Cirebon mengantisipasi banjir. Dia pun berharap, semua pihak mau bekerjasama tak menjadikan sungai sebagai tempat sampah.

"Sudah bertahun-tahun warga sini minta sungai dikeruk. Semoga ke depan, sungai ini (Cikalong) tak jadi tempat sampah lagi," harapnya.

Erika Lia / dey

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Selasa, 11 Desember 2018 | 16:30 WIB

    TNI AU Bangun Tiga Helipad Besar di Purwakarta

  • Selasa, 11 Desember 2018 | 13:25 WIB

    Indramayu Rotasi 104 Pejabat Isi Kekosongan

  • Selasa, 11 Desember 2018 | 12:49 WIB

    Cirebon Darurat Kekerasan Seksual

  • Selasa, 11 Desember 2018 | 11:31 WIB

    Suap Meikarta, KPK Periksa Tiga Anggota DPRD Bekasi

  • Senin, 10 Desember 2018 | 17:35 WIB

    Ratusan Santri Gedongan Cirebon Seleksi Magang ke Jepang

  • Senin, 10 Desember 2018 | 16:20 WIB

    BB Padi Sukamandi Butuh Tambahan Peneliti

  • Senin, 10 Desember 2018 | 10:10 WIB

    Pembebasan Lahan Bandara Sukabumi Mundur Jadi 2019