Purwakarta Punya Olahan Pala Menggiurkan

Purwakarta Punya Olahan Pala Menggiurkan

Rabu, 5 Desember 2018 | 11:35 WIB - Oleh: Asep Mulyana
INILAH, Purwakarta – Kabupaten Purwakarta ternyata memiliki produk perkebunan khas yang cukup melimpah. Bahkan hasil alam ini sangat menjanjikan dari sisi ekonomi.

Salah satu wilayah yang menjadi sentra produk perkebunan ini adalah Kecamatan Wanayasa. Di wilayah selatan kabupaten yang merupakan dataran tinggi ini banyak terdapat produk khas, yang bahkan bisa sukses masuk pasar ekspor. 

Mungkin tak banyak yang tahu, jika di Wanayasa banyak produk pertanian dan perkebunan yang memiliki daya saing secara global. Salah satu di antaranya adalah Buah Pala.

Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu. Dinas terkait terus mendorong para petani untuk meningkatkan produktivitas perkebunan Pala. Apalagi potensi dari komoditi ini cukup besar. 

Selain menjadi olahan makanan, bumbu rempah, makanan buah pala, saat ini juga diolah menjadi minyak atsiri yang nilai ekonomisnya cukup tinggi.

"Pala atau myristica fragrans, merupakan komoditas unggulan perkebunan potensial yang banyak diincar sejak dahulu di pasar internasional. Makanya, ini harus terus dikembangkan," ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta Agus Rachlan Suherlan kepada INILAH, Rabu (5/12/2018).

Menurut Agus, sejak abad ke 16 Indonesia sudah terkenal sebagai penghasil pala berkualitas. Sehingga, tidak mengherankan jika bangsa asing berlomba-lomba untuk menguasai daerah sumber penghasil rempah berkualitas dunia ini.

Dia pun bersyukur, karena Purwakarta bisa menjadi salah satu daerah yang punya potensi akan komoditi pala ini. Apalagi, pala merupakan rempah asli nusantara yang dikenal dengan aromanya dan merupakan komoditas unggulan ekspor. Sehingga, potensi perkebunan pala masih sangat layak untuk dikembangkan.

Adapun bagian tanaman pala yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, adalah biji buah dan fulinya. Biji buah dan fulinya ini, digunakan sebagai bahan industri minuman, makanan, farmasi dan kosmetik.

Sedangkan, bentuk komoditas pala yang diekspor adalah dalam bentuk biji pala, fuli, dan pala glondong. Pada saat ini, biji pala yang berkualitas pula untuk dijadikan minyak atsiri.

"Harga minyak atsiri pala cukup menggiurkan. Kalau tidak salah, saat ini mencapai Rp 580 ribu rupiah per kilogram di tingkat petani penyulingan. Sedangkan, biji pala yang dipasaran harganya hanya Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu per kilogram. Itupun, harus dalam kondisi kering," jelas.

Untuk itu, instansinya akan terus mendorong supaya ada peningkatan baik, dari sisi luasan kebun sampai produktivitas dari komoditi ini. Saat ini, areal pertanaman pala di Kabupaten Purwakarta seluas 197,56 hektare.

Asep Mulyana / dey

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Selasa, 11 Desember 2018 | 16:30 WIB

    TNI AU Bangun Tiga Helipad Besar di Purwakarta

  • Selasa, 11 Desember 2018 | 13:25 WIB

    Indramayu Rotasi 104 Pejabat Isi Kekosongan

  • Selasa, 11 Desember 2018 | 12:49 WIB

    Cirebon Darurat Kekerasan Seksual

  • Selasa, 11 Desember 2018 | 11:31 WIB

    Suap Meikarta, KPK Periksa Tiga Anggota DPRD Bekasi

  • Senin, 10 Desember 2018 | 17:35 WIB

    Ratusan Santri Gedongan Cirebon Seleksi Magang ke Jepang

  • Senin, 10 Desember 2018 | 16:20 WIB

    BB Padi Sukamandi Butuh Tambahan Peneliti

  • Senin, 10 Desember 2018 | 10:10 WIB

    Pembebasan Lahan Bandara Sukabumi Mundur Jadi 2019