BPBD Kab Bandung Aktifkan Posko Siaga Darurat Banjir dan Longsor

BPBD Kab Bandung Aktifkan Posko Siaga Darurat Banjir dan Longsor

Jumat, 9 November 2018 | 18:21 WIB - Oleh: Dani Rahmat N.
INILAH,Bandung- Sejak Rabu (7/11/) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mengaktifkan posko siaga darurat bencana banjir yang berlokasi di Gedung Inkanas Kecamatan Baleendah. 

Posko bencana banjir tersebut buka 24 jam untuk melakukan tugas penanggulangan bencana, khususnya banjir di musim hujan saat ini.

Bupati Bandung Dadang M. Naser mengimbau masyarakat memperhatikan perkembangan perubahan cuaca dan selalu waspada, khususnya mereka yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor. 

Kata dia, memang sejak beberapa hari terakhir ini sebagian wilayah di Kabupaten Bandung diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga Januari 2019 mendatang.

“Saya imbau masyarakat agar memperhatikan perubahan cuaca. Tetap waspada dan berhati-hati, khususnya yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor,” kata Dadang, Kamis (9/11/18).

Dikatakan Dadang,  kondisi cuaca yang kerap hujan ini diharapkan agar semua pihak bisa bersama-sama berkoordinasi memantau kondisi wilayahnya masing masing.

"Koordinasi harus lebih efektif menganai kebencanaan wilayah masing masing agar penanganannya bisa fast respon. Sehingga bisa meminimalisir kerusakan dan mencegah adanya korban jiwa,"ujarnya.

Kepala Pelaksana  (Kalak) BPBD  Akhmad Djohara,   intensitas hujan deras yang terus mengalami peningkatan sangat berpotensi terjadinya bencana banjir dan longsor. 

Apalagi  sebagian besar wilayah di Kabupaten Bandung selalu menjadi salah satu langganan banjir dan longsor setiap musim hujan tiba, sehingga harus diwaspadai.

Dalam mengantisipasi hal tersebut, lanjutnya,  posko siaga darurat bencana sudah diaktifkan oleh BPBD dengan menyiagakan 50 orang Satuan Tugas (Satgas). 

Didukung dengan satgas Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) sebagai pusat data dan informasi, pemantauan kondisi cuaca di seluruh wilayah setiap harinya bisa terkontrol.

“Kita siagakan 50 orang satgas dan pusdalops selama 24 jam sehari secara bergiliran. Sehingga penanggulangan bencana bisa dilakukan secara cepat untuk meminimalisir dampak resiko bencana kepada masyarakat,” katanya.

Dani Rahmat N.

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 16 November 2018 | 14:57 WIB

    Hati-hati Parkir di Tempat Ini, Pentilnya Dicabut!

  • Kamis, 15 November 2018 | 16:30 WIB

    Dua Titik Banjir Baru Muncul, di Sudirman Misterius

  • Kamis, 15 November 2018 | 15:22 WIB

    Netralitas ASN Dominasi Pelanggaran Pemilu

  • Kamis, 15 November 2018 | 13:09 WIB

    Setwan DPRD Denpasar Pertimbangkan Program Setwan Cimahi