Massa di Kota Bogor Turun ke Jalan Tolak LGBT

Massa di Kota Bogor Turun ke Jalan Tolak LGBT

Jumat, 9 November 2018 | 17:33 WIB - Oleh: Rizki Mauludi
Massa berunjuk rasa menolak LGBT di Kota Bogor. INILAH/Rizki Mauludi
INILAH, Bogor - Ribuan orang yang tergabung dalam Forum Masyarakat Bogor Anti Lesbian Gay Biseks Transgender (LGBT) menggelar Aksi Tolak LGBT di Balai Kota Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Jumat (9/11/2018). Massa menuntut Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Bogor mendukung aksi mereka menolak LGBT.

Ketua Forum Masyarakat Bogor Anti LGBT Ustaz Abdul Halim mengatakan, aksi ini diadakan sebagai respons masyarakat Bogor terhadap maraknya LGBT di Bogor. Kegiatan ini untuk mengingatkan semua pihak akan bahaya LGBT yang bisa mengundang azab dari Allah SWT. 

"Selain itu aksi kami ini sebagai wujud keprihatinan akan bahaya LGBT sesuai dengan hasil temuan Komisi Penanggulangan AIDS, bahwa penularan AIDS tertinggi di kota Bogor itu karena LGBT," ungkapnya.

Halim juga mengatakan, target aksi damai pihaknya tersebut adalah lahirnya aturan pelarangan LGBT di Bogor. Karena itu dirinya minta pemerintah agar mengeluarkan semacam SK atau Perda Anti LGBT.

"Dengan payung hukum tersebut harapannya bisa melarang secara tegas kegiatan LGBT di Bogor," tegasnya.

Halim menjelaskan, aksi dimulai dengan konvoi dari Masjid Amaliyah Ciawi menuju Masjid Raya Bogor untuk melaksanakan shalat Jum'at, setelah shalat Jumat massa melakukan longmarch menuju Balai Kota Bogor.

"Di balai kota kami temui wali kota dan para anggota DPRD, Kapolresta dan Komandan Kodim 0606/Kota Bogor. Kami meminta mereka agar lebih peduli dengan kasus LGBT ini dan bisa mengeluarkan kebijakan yang tegas untuk mengatasi penyakit masyarakat ini," jelasnya.

Lebih lanjut, Halim mengajak, seluruh pihak yang peduli akan masalah ini bisa meluangkan waktunya untuk berjuang bersama-sama para ulama, pimpinan ormas Islam, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan berbagai pihak lainnya.

"Setelah di Balai Kota perwakilan peserta aksi melakukan pertemuan dengan Muspida guna memberikan poin-poin hasil penting dari aksi," pungkasnya.

Rizki Mauludi / gin

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Kamis, 15 November 2018 | 09:05 WIB

    Pegiat UMKM Bogor Mulai Rambah Pasar Online

  • Rabu, 14 November 2018 | 22:42 WIB

    KPK Bentuk Unit Pengendalian Gratifikasi

  • Rabu, 14 November 2018 | 22:38 WIB

    Komisi III Nilai Rerouting dan Konvensi Gagal

  • Rabu, 14 November 2018 | 18:28 WIB

    KPK Minta Saksi Meikarta Berkata Jujur

  • Rabu, 14 November 2018 | 16:33 WIB

    Bertaruh Nyawa di Jembatan Bambu

  • Rabu, 14 November 2018 | 14:45 WIB

    Akhir Tahun, Disdukcapil Cetak 30 Ribu KTP

  • Rabu, 14 November 2018 | 14:25 WIB

    Satpol PP Tertibkan PKL di Atas Saluran Air