Diciduk di Surakarta, 'Begal' Kredit BNI SKC Langsung Masuk Bui

Diciduk di Surakarta, 'Begal' Kredit BNI SKC Langsung Masuk Bui

Jumat, 9 November 2018 | 16:29 WIB - Oleh: Ahmad Sayuti
. Ilustrasi/net
INILAH, Bandung - Tim gabungan penegak hukum menciduk buronan Kejati Jabar Didi Supriadi atas kasus korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp25 miliar yang dikucurkan Bank BNI pada PT Simpangjaya II. Didi ditangkap tim gabungan Kejaksaan, KPK dan Polri setelah dua tahun buron di Surakarta.

Kasipenkum Kejati Jabar Raymond Ali mengatakan, penangkapan terhadap Didi dilakukan tim gabungan Kejaksaan, KPK, dan Polri. Saat ini tim tengah dalam perjalanan untuk membawa Didi ke Bandung. 

"Ini berkat sinergi kejaksaan, KPK dan Polri. Sehingga memudahkan dalam bertugas (penangkapan)," katanya kepada wartawan, Jumat (9/11/2018).

Menurutnya, Kasipidsus Kejari Bandung sudah berangkat ke Surakarta menjemput Didi ke Bandung. Di Bandung Didi bakal langsung dijebloskan ke penjara, karena kasusnya sudah inkracht.

Didi sendiri sudah divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi oleh hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung secara in absentia atau diadili tanpa menghadirkan terdakwa. 

"Dia kabur saat penyidikan. Setelah tiba di Bandung dia akan dijebloskan langsung ke penjara, plus diharuskan membayar denda dan uang pengganti," ujarnya.

Dalam vonisnya, hakim memutus bersalah Didi melakukan tindak pidana korupsi memperkaya diri secara melawan hukum sehinga keuanga negara mengalami kerugian. 

Dia dihukum pidana penjara selama 8 tahun dan denda Rp 200 juta subsidair 3 bulan kurungan sejak 2016. Didi juga dihukum membayar uang pengganti Rp 12,3 miliar lebih subsidair 5 tahun kurungan.

Kasus tersebut diungkap Kejati Jabar pada 2010 saat BNI‎ mengucurkan KUR pada PT Simpang Jaya II senilai Rp 25 miliar. Didi dan PT Simpang Jaya II mengumpulkan proposal peternak untuk bantuan terebut.

Namun setelah didalami, proposal tersebut fiktif namun KUR tetap dicairkan oleh BNI. Terdakwa dalam kasus itu selain Didi yakni dua pejabat BNI yang kini sedang menjalani pidana. ‎

Ahmad Sayuti / gin

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 16 November 2018 | 14:57 WIB

    Hati-hati Parkir di Tempat Ini, Pentilnya Dicabut!

  • Kamis, 15 November 2018 | 16:30 WIB

    Dua Titik Banjir Baru Muncul, di Sudirman Misterius

  • Kamis, 15 November 2018 | 15:22 WIB

    Netralitas ASN Dominasi Pelanggaran Pemilu

  • Kamis, 15 November 2018 | 13:09 WIB

    Setwan DPRD Denpasar Pertimbangkan Program Setwan Cimahi