Mantap, Tata Kelola Desa Makin Oke

Mantap, Tata Kelola Desa Makin Oke

Jumat, 9 November 2018 | 14:55 WIB - Oleh: Daulat Fajar Yanuar
Tata kelola perangkat desa mengalami peningkatan yang cukup signifikan. . ANTARAFOTO
INILAH, Jakarta - Tata kelola perangkat desa mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini seiring dengan semakin meningkatnya penyerapan dana desa dari tahun ke tahun. 

Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo mengatakan, penyerapan dana desa tahun 2015 sebesar 82,72 persen dari Rp20,67 Triliun. Penyerapan tahun 2016 meningkat menjadi 97,65 persen dari Rp46,98 Triliun. Dan tahun 2017, penyerapan dana desa kembali meningkat menjadi 98,54 persen dari Rp60 Triliun.

"Persyaratan untuk mendapat penyaluran dana desa pada setiap tahapnya itu ketat sekali. Jadi penyerapan naik tersebut menunjukkan bahwa tata kelola membaik," kata Eko di Jakarta, Jumat (09/11).

Menurut Eko, pola pembangunan melalui dana desa sangat cocok untuk desa yang masih memiliki keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM). Pola dana desa yang sangat sederhana tersebut mempermudah perangkat desa dalam memberikan pelayanan sekaligus menjalankan program-program pembangunan. 

Menurut Eko, hal demikian bisa terjadi karena dana desa memberikan keleluasaan kepada desa untuk mengelola keuangan dan menentukan bentuk pembangunan sesuai kebutuhan desa itu sendiri.

"Kita semua tahu di desa terutama di daerah tertinggal, kepala desanya rata-rata tamatan SD dan SMP. Sebanyak 60 persen kepala desa kita tamatan SD/SMP. Karenanya kalau kita ingin mereka melayani masyarakat dengan baik, kita harus bisa membutkan business model yang mudah untuk mereka," ujarnya.

Di sisi lain ia mengatakan, pemerintah juga memberikan pendampingan yang maksimal dengan mengerahkan lebih dari 40.000 pendamping desa. Pendamping desa dalam hal ini, bertugas mendampingi desa mulai dari perencanaan, pengelolaan, hingga pelaporan dana desa.

"Pendamping desa ini juga sudah kita latih. Mereka juga kita latih untuk membuat bursa inovasi desa. Hasil dari inovasi tersebut kita dokumentasikan baik tertulis maupun video, supaya bisa dishare (dibagikan) ke desa-desa lainnya, bahkan negara-negara lain," ujarnya. 

Daulat Fajar Yanuar / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 16 November 2018 | 14:23 WIB

    Siap-siap! Guru SMK Akan Disertifikasi

  • Jumat, 16 November 2018 | 13:15 WIB

    Ini Balasan SBY Atas Sindiran Gerindra