Litbang Keramik Plered, Wisata Cendera Mata Berbasis Edukasi

Litbang Keramik Plered, Wisata Cendera Mata Berbasis Edukasi

Jumat, 9 November 2018 | 13:32 WIB - Oleh: Asep Mulyana
Kerajinan kriya khas Purwakarta terdengar hingga ke berbagai negara . INILAH/Asep Mulyana
INILAH, Purwakarta - Kabupaten Purwakarta, merupakan salah satu daerah di Jabar yang juga terkenal akan kerajinan kriyanya. K‎eberadaan tanah liat yang melimpah ruah di dua kecamatan di wilayah Barat, yakni Plered dan Tegalwaru ‎mungkin jadi salah satu alasannya. 

Selama ini, masyarakat di dua kecamatan tersebut memanfaatkan hasil alam ini untuk bahan dasar kerajinan kriya. Misalnya, keramik, tembikar, genteng dan pot bunga. 

Bahkan, kemasyhuran kerajinan kriya khas Purwakarta ini terdengar hingga ke berbagai negara di sejumlah benua. Seperti, Arab Saudi, Amerika, Afrika, Belanda serta negara lainnya di Eropa. 

Sebagai sentral kerajinan kriya, di Kecamatan Plered pemerintah daerah telah membuat sebuah tempat penelitian dan pengembangan (Litbang) kramik. Litbang tersebut, saat ini juga dimanfaatkan sebagai lokasi wisata bersendikan edukasi.

Kepala Bidang Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, Heri Anwar membenarkan terkait hal tersebut. 

Menurutnya, selama ini Litbang keramik Plered kerap dikunjungi wisatawan dari luar maupun dalam kota, terutama pelajar yang ingin mengetahui cara dan teknik pembuatan kerajinan kriya.

"Ini (Litbang) menjadi lokasi wisata, sekaligus sarana edukasi. Di lokasi ini, pengunjung juga bisa sekaligus belajar cara membuat berbagai kerajinan kriya. Kebanyakan, yang datang itu pelajar," ujar Heri kepada INILAH, Kamis (8/11/2018).

Heri menjelaskan, di wilayahnya terdapat tiga jenis produk keramik yang diciptakan. Yakni, keramik kontruksi, yang terdiri dari genteng, loster, bata merah dan lain-lain. Kemudian, keramik tradisional terdiri dari pot, kendi, ulekan serta pendil. Serta, keramik hias dan fungsi.

Dia berharap, dengan adanya Litbang sebagai sarana wisata dan edukasi, kerajinan kriya khas Purwakarta bisa disukai dan dicintai para generasi muda. Sehingga, ada regenerasi para pembuat kerajinan itu. "‎Kita ingin, gerenasi muda  banyak yang berminat jadi perajin keramik," tambah dia.

Sementara itu, Kepala UPTD Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Keramik Plered, ‎Bambang Mega Wahyu menambahkan, sejak beberapa tahun ini ekspor kerajinan kriya khas Plered menunjukkan tren yang positif.

Bahkan, dalam kurun waktu empat tahun terakhir ekspor kerajinan khas wilayah tersebut terus mengalami peningkatan. "Selama ini, permintaan pasar ekspor cukup tinggi. Setiap tahunnya, terus mengalami peningkatan," ujar Bambang.

Terkait kerajinan kriya yang diekspor tersebut, dia menambahkan, mayoritas merupakan keramik hias dan vas fungsi. Seperti vas bunga. Keramik ini, banyak diminati oleh warga Amerika, negara-negara di Eropa serta Jepang. 

Asep Mulyana / gin

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 16 November 2018 | 15:33 WIB

    Polda Sita Rp 1,9M dari Kasus Dana Hibah di Tasik

  • Jumat, 16 November 2018 | 13:33 WIB

    Mantan Kuwu Diduga Korupsi Dana Desa

  • Jumat, 16 November 2018 | 12:27 WIB

    Pemkot Depok Siapkan Perwal LGBT

  • Jumat, 16 November 2018 | 10:04 WIB

    Harga Bahan Pangan di Purwakarta Cenderung Stabil

  • Kamis, 15 November 2018 | 14:08 WIB

    Karyawan Bank Diperiksa KPK, Telusuri Aliran Dana Sunjaya?