Banjir Belum Surut, Warga Kabupaten Bandung Masih Mengungsi

Banjir Belum Surut, Warga Kabupaten Bandung Masih Mengungsi

Jumat, 9 November 2018 | 12:20 WIB - Oleh: Dani Rahmat N.
Seorang pria menggendong anaknya yang hendak sekolah melintasi Jalan Andir Baleendah. INILAH/Bambang Prasethyo
INILAH, Bandung - Banjir masih merendam sebagian Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Jumat (9/11/2018). Bencana tersebut di antaranya menimpa warga Kampung Caringin Cibadak RT 1,4 dan 5 Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah. 

Dedah (35), seorang warga Kampung Caringin Cibadak mengatakan, air merendam permukiman sejak Rabu (7/11/2018) lalu. Karena hujan masih terus mengguuyur, genangan air tak kunjung surut. Menurut dia, sebagian warga yang rumahnya terendam ini sudah mengungsi di rumah sanak saudara dan tempat pengungsian di Kampung Cileuweung RW 04 Kelurahan Andir.

"Dari sejak tiga hari lalu belum surut juga, sekarang ketinggian air bervariasi antara 50 hingga 1 meter lebih. Selain di permukiman, air juga masih tergenang air dari 50 sentimeter sampai 1 meter lebih, warga yang melintas pakai perahu,"kata Dedah, Jumat (9/11/2018).

Dedah mengatakan, luapan air dari Sungai Citarum ini tak kunjung surut karena hujan deras di wilayah Baleendah dan Bandung Raya masih terus terjadi. Padahal, kata dia saat ini baru memasuki musim hujan. "Ini baru mulai musim hujannya sudah begini. Apalagi nanti bisa lebih parah lagi,"ujarnya.

Komandan Sektor 7 Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum Kolonel Kavaleri Purwadi mengatakan, saat ini genangan air masih terlihat di wilayah Baleendah dengan ketinggian antara 100 hingga 130 sentimeter. Daerah yang tergenang yakni RW 6,7,9,13 di Kelurahan Andir. Rumah yang tergenang mencapai 2.150 unit dengan 2.437 Kepala Keluarga (KK) dan 7.712 jiwa.

"Jalan Raya Andir Baleendah sampai saat ini masih terendam air. Warga yang melintas harus pakai perahu. Kemudian saat ini juga mulai ada pengunsi di Gedung Inkanas sebanyak 14 KK 37 orang jiwa," kata Purwadi.

Purwadi melanjutkan, selain menggenangi permukiman warga, banjir juga merendam berbagai fasilitas umum. Di antaranya tujuh masjid yang ada di RW 9, 7 dan RW 13. Kemudian SDN Andir 1 RW 9 Kampung Jambatan Cigosol Kelurahan Andir.

"Di Kecamatan Dayeukolot, hingga pukul 09.00 WIB ketinggian air antara 50 hingga 100 sentimeter. Wilayah yang terendam di RW 1,2,3,4,5,8,12,13 dan RW 14 Desa Dayeuhkolot. Jumlah rumah yang terendam sebanyak 3.752 dengan 4.223 KK dan 13.549 jiwa. Saat ini pengungsi ada di Masjid As Sofiah sebanyak 12 KK 40 jiwa dan di Kantor Desa Dayeuhkolot sebanyak 25 KK 75 jiwa," ujarnya. 

Dani Rahmat N. / gin

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 16 November 2018 | 14:57 WIB

    Hati-hati Parkir di Tempat Ini, Pentilnya Dicabut!

  • Kamis, 15 November 2018 | 16:30 WIB

    Dua Titik Banjir Baru Muncul, di Sudirman Misterius

  • Kamis, 15 November 2018 | 15:22 WIB

    Netralitas ASN Dominasi Pelanggaran Pemilu

  • Kamis, 15 November 2018 | 13:09 WIB

    Setwan DPRD Denpasar Pertimbangkan Program Setwan Cimahi