Siang Ini Jenazah Iyus Korban Lion Air Dimakamkan

Siang Ini Jenazah Iyus Korban Lion Air Dimakamkan

Jumat, 9 November 2018 | 07:56 WIB - Oleh: Reza Zurifwan
Jenazah Iyus, korban kecelakaan Lion Air tiba di rumah duka. INILAH/Reza Zurifwan
INILAH, Bogor - Sirine ambulans RS Bhayangkara Tingkat I R Said Sukanto (RS Polri) memecah malam di Kampung Kelapa RT 05/19 Desa Rawa Panjang Bojonggede, Kamis (8/11/2018). Raungannya seolah menyayat hati Sariyoso, ayah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, Arif Yustian (20).

Dalam ambulans itulah, jasad Iyus -sapaan akrab Arif Yustian, terbujur kaku. Selama 12 hari sejak Lion Air jatuh di perairan Karawang, Senin (29/10/2018), Sariyoso sabar menunggu kedatangan jenazah anaknya. Begitu pun keluarga, warga, serta kerabat Iyus di PT Sky Pacific Indonesia dan teman sesama alumni SMAKBO Kota Bogor. 

Tak seperti sebelumnya, Sariyoso yang begitu tegar menghadapi musibah yang menimpa anaknya itu tiba-tiba gontai. Dia tak kuat lagi melihat jasad Iyus di RS Bhayangkara Tingkat I R Said Sukanto (RS Polri), Kramat Jati, Jakarta Timur. Pria berusia 53 tahun ini datang kerumah sambil dipapah Lukman, adik kandung sekaligus tetangganya.

Saat peti mati yang dibungkus kain hitam berkalimat tauhid tiba di ruang tamu rumah duka, Sariyoso dan Yenti Sulastri istrinya pun tak kuat menahan tangis. Dalam tangis, Yenti berucap: maafin mamah ya Bang. Abang adalah panggilan akrab buat keluarga untuk anak sulung dari lima bersaudara itu. 

Ketua RT 05 Roji Maulana mengatakan jasad Iyus yang tiba tadi malam pukul 23.08 WIB akan dimakamkan di TPU Karang Anyar, Desa Rawa Panjang. Sebelumnya, jenazah disalatkan terlebih dulu lalu dimakamkan Jumat (9/11/2018) ini sekitar pukul 13.00 WIB. 

"Lahan untuk makam almarhum Iyus di TPU Karang Anyar sudah disiapkan tak lama setelah ada kabar pesawat yang ditumpangi Iyus jatuh di Tanjung Karawang. Pagi ini petugas TPU akan menggali makam tersebut," kata Roji Maulana kepada wartawan, Jumat (9/11/2018).

Lukman menerangkan Iyus yang duduk di kursi 20 E pesawat Lion Air JT 610 berhasil teridentifikasi oleh Tim DVI Mabes Polri Kamis (8/11/2018) sore, setelah keluarga menyerahkan data antem mortem untuk ketiga kalinya.

"Data antem mortem yang pertama dan kedua berupa air liur ayahnya, sementara data antem mortem ketiga berupa data atau foto gigi korban semasa hidup. Data antem mortem itu cocok dengan DNA Iyus yang lalu dikabarkan Tim DVI Mabes Polri ke pihak keluarga Kamis kemarin pukul 16.57 WIB," terangnya.

Dia menambahkan jasad almarhum Iyus dilepas oleh kepolisian berbarengan dengan jasad 20 korban lainnya, 20 ambulans RS Bhayangkara Tingkat I R Said Sukanto (RS Polri), Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (8/11/2018) malam pukul 21.45 WIB.

"Sebelum 20 mobil jenazah dilepas secara beriringan, ada dokumen penyerahan jenazah yang harus ditandatangani oleh pihak keluarga, tepat pada pukul 23.08 WIB mobil jenazah tiba di rumah duka" tambahnya.

Rekan kerja almarhum Iyus di PT Sky Pacific Indonesia Maman Darmanto menjelaskan angka 59 menjadi angka yang menarik dan terjadi secara kebetulan bagi almarhum Iyus.

"Almarhum Iyus alumni SMAKBO Kota Bogor angkatan 59 dan semalam pas di RS Bhayangkara Tingkat I R Said Sukanto (RS Polri), Kramat Jati, Jakarta Timur Iyus mendapat nomor urut 59 dalam daftar identifikasi Tim DVI Mabes Polri. PT Sky Pacific Indonesia dan SMAKBO sangat berduka akan kepergian almarhum yang dikenal akan kebaikan dan kesantunannya," jelas Maman. 

Reza Zurifwan / gin

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 16 November 2018 | 10:50 WIB

    Kenapa Mantan Camat Tamansari tak Ditahan?

  • Jumat, 16 November 2018 | 10:30 WIB

    Camat Tamansari Pukul Sekcam Akibat Rapat Lomba MTQ

  • Jumat, 16 November 2018 | 10:02 WIB

    DPRD Interogasi SMAN 2 Soal Bullying Dan Pengeroyokan

  • Kamis, 15 November 2018 | 18:40 WIB

    Kodjari Sebut Kadishub Tak Becus

  • Kamis, 15 November 2018 | 18:30 WIB

    Kesadaran Jamsostek di Kabupaten Bogor Masih Minim

  • Kamis, 15 November 2018 | 18:25 WIB

    Komisi III Kritik Kinerja Kadishub

  • Kamis, 15 November 2018 | 17:12 WIB

    Nurhayanti Khawatir Perencanaan Desa Asal-asalan

  • Kamis, 15 November 2018 | 16:50 WIB

    Listrik Desa Tak Sampai 100 Persen