PT DI Terus Kembangkan Pesawat Tempur

PT DI Terus Kembangkan Pesawat Tempur

Kamis, 8 November 2018 | 19:59 WIB - Oleh: Doni Ramdhani
INILAH, Bandung - Direktur Utama PT DI Elfien Goentoro mengatakan peswat tempur KFX/IFX dikembangkan berdasarkan kebutuhan. Produk ini konsep  TNI AU dan Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF). 

"Dengan teknologi medium class 4.5 generation multi role fighter aircraft, pesawat KFX/IFK itu akan memiliki kemampuan F16++," kata Elfien, Kamis (8/11).

Menurutnya, sejumlah fitur canggih akan disematkan pada pesawat tempur tersebut. Antara lain semi-stealth (low observable), smart avionics with sensor fusion, beyond and within visual range weapon system, highly manuverable, dan interoperability concept. 

Prototipe pesawat tersebut dipamerkan pada Indo Defence 2018 Expo dan Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada 7-10 November 2018.

"Di booth kita, PT DI menampilkan produk andalannya seperti CN235-220, NC212i, KFX/IFX, dan juga produk terbaru karya anak bangsa N219 Nurtanio," ucapnya.

Elfien menyebutkan, keikusertaan PT DI itu bertujuan untuk memperluas pangsa pasar. Selain itu, hal lainnya yakni memperluas jaringan dan langkah untuk peningkatan ekspor.

Sejauh ini, PT DI mampu mengekspor pesawat CN235 ke beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, Uni Emirat Arab, Senegal, Burkina Faso, Brunei Darussalam, Pakistan dan Korea Selatan. 

Pangsa pasar pesawat CN235 relatif menjanjikan, khususnya di Afrika. Dalam sepuluh tahun ke depan terdapat potensi replacement untuk pesawat sekelas CN235 di negara-negara Afrika sebanyak 95 unit. 

Sedangkan, untuk pesawat NC212i tercatat sebanyak 29 unit dan pesawat N219 sebanyak 111 unit.

Pada 2018, PT DI berhasil melakukan serah terima 2 unit NC212i untuk Philippine Air Force dan 3 unit pesawat NC212i Military Transport untuk Vietnam Air Force. 

PT DI pun memiliki Kontrak Berjalan Ekspor periode 2018-2020 sebanyak 2 unit pesawat NC212i Paratroop version untuk Ministry of Agriculture, Thailand, 1 unit CN235-220 Troop & Paratroop version untuk Nepalese Army, dan 1 unit CN235-220 Maritime Patrol Aircraft untuk Senegal Air Force.

Khusus produk N219 Nurtanio, saat ini produk tersebut masih menjalani serangkaian pengujian sertifikasi. Pesawat N219 akan diproduksi secara bertahap. 

Pada awalnya, produk ini akan diproduksi 6 unit dengan menggunakan kapasitas produksi eksisting. Kemudian, dengan menjalankan sistem automasi pada proses manufacturing secara bertahap kemampuan delivery akan terus meningkat sampai mencapai 36 unit per tahun.

Doni Ramdhani

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 16 November 2018 | 10:30 WIB

    Kapolri Puji Inovasi Pemprov Jabar dan Bank BJB

  • Kamis, 15 November 2018 | 15:59 WIB

    Pindad Dukung Pengembangan Sekolah Ramah Anak

  • Kamis, 15 November 2018 | 15:38 WIB

    Literasi Keuangan Masyarakat Masih Rendah

  • Kamis, 15 November 2018 | 14:38 WIB

    Bhinneka Life Gelar Edukasi Literasi Perencanaan Keuangan

  • Kamis, 15 November 2018 | 12:19 WIB

    Teknologi Persinyalan Indonesia Raih Penghargaan ASEAN

  • Rabu, 14 November 2018 | 17:09 WIB

    KAI Gelar Book Fair on Station