• Perpanjang Landasan Pacu BIJB, Pemprov Serahkan Lahan

    Oleh : Rianto Nurdiansyah08 Agustus 2018 14:45
    fotografer: Ilustrasi/net
    INILAH, Bandung - Landasan pacu Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) akan diperpanjang yang awalnya 2.500 meter menjadi 3.500 meter.

    Perpanjangan dilakukan setelah PT BIJB menerima lahan seluas 2.948.294 meter persegi sebagai penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa sudah menyerahkan lahan tersebut kepada Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra di Gedung Sate, Rabu (8/8/2018). Lahan itu berada di Desa Kertajati, Desa Bantarjati, dan Desa Kertasari, di Kabupaten Majalengka.

    Sebelumnya Iwa mengatakan, Pemprov Jabar sudah memberikan penyertaan modal senilai Rp796 miliar. Ditambah lahan 294,8 hektare yang baru saja diserahkan dan bernilai Rp 725 miliar ini, Pemprov Jabar totalnya telah menyerahkan penyertaan modal sekitar Rp 1,5 triliun.

    "Posisi Pemprov Jabar memiliki 98,45 persen aset, sebelum ada AP II (Angkasa Pura II). Mudah-mudahan dengan ada AP II yang meminta 25 persen, secara administrasi dan fisik (landasan pacu) sudah bisa diselesaikan," ujar Iwa.

    Iwa mengatakan, terkait finalisasi kesepakatan penyertaan modal dari AP II, yakni 25 persen dari keseluruhan aset Bandara Kertajati ini sedang dikoordinasikan Penjabat Gubernur Jabar Mochamad Iriawan dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

    Dengan keterlibatan AP II, sebagai langkah awal Bandara Kertajati akan memperpanjang landasan pacu dari tadinya 2.500 meter menjadi 3.000 meter. Kemudian secara bertahap menjadi 3.500 meter sesuai masterplan bandara. "Harapan kita langsung saja 3.500 meter supaya bisa lebih efektif dan efisien," tutur Iwa.

    Agar operasional bandara kian maksimal, pihaknya berencana melakukan penambahan modal kembali kepada PT BIJB. Sejumlah tahapan bakal dilakukan, termasuk pembuatan peraturan daerahnya.

    "Kita harus susun lagi untuk mengusulkan adanya perda terkait dengan penambahan modal disetor, menjadi minimal Rp 5 triliun. Kita ada tahapan itu dulu," pungkasnya. [gin]

    TAG :


    Berita TERKAIT